AYOJAKARTA.COM - Rafael Alun Trisambodo mantan pegawai DJP kini namanya terus menjadi perhatian publik.
Usai Mario Dandy tersandung kasus penganiayaan, harta kekayaan Rafael Alun pun menjadi sorotan.
Melihat profilnya yang seorang pegawai pajak, kekayaan Rafael Alun yang tercatat pada LHKPN dengan sebesar Rp56,1 miliar itu pun dinilai mencurigakan.
Baca Juga: Ada Anak Ditemenin Ayahnya Nonton BLACKPINK di GBK, Netizen Sedih Ingat Almarhum Ayah Masing-masing!
KPK akhirnya memanggil eks Kabag Umum DJP Kanwil tersebut dan menaikkan statusnya menjadi penyelidikan.
Kendaraan mewah yang kerap dipamerkan oleh Mario Dandy diklaim Rafael bahwa kendaraan tersebut bukan miliknya.
Sebanyak 40 rekening terkait Rafael Alun Trisambodo pun telah diblokir oleh PPATK.
Serta dalam kurun waktu empat tahun, nilai mutasi rekening Rafael Alun Trisambodo dapat mencapai Rp500 miliar untuk periode 2019-2023.
Namun sampai saat ini lembaga terkait masih kesulitan membongkar praktek yang dilakukan oleh ayah Mario Dandy, apakah Rafael the new Gayus Tambunan?
Dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Senin, 13 Maret 2023, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyaiman Saiman menyampaikan dugaan alasan kenapa praktek Rafael sulit dibongkar.
Menurut Boyamin Saiman, pembongkaran praktek tersebut tidaklah sulit.
Namun diduga adanya saling menutupi dan saling melindungi serta malasnya penegak hukum untuk mendalami suatu kasus.
“Nggak sulit sebenarnya, karena tidak mau karena diduga saling menutupi, saling melindungi ditambah lagi penegah hukum kita malas untuk dalam konteks mendalami semua ini lebih teliti, lebih dalam, lebih jauh gitu,” kata Koordinator MAKI.
Koordinator MAKI juga menyampaikan bahwa KPK sendiripun meminta bukti yang komplit jika hendak melapor.
“karena biasa KPK pun kadang-kadang minta bukti yang sudah komplit gitu kalau kita laporan,” ujarnya.***