AYOJAKARTA.COM – Sedang menjadi buah bibir publik yaitu kasus penganiayaan Mario Dandy anak mantan pejabat pajak Rafael Alun terhadap David Ozora.
Penganiayaan ini mengakibatkan kondisi David yang merupakan anak pengurus gerakan pemuda (GP) Ansor, Jonathan Latumahina mengalami koma karena ada masalah pada otak dan saraf.
Atas aksi penganiayaan tersebut beberapa orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Mario Dandy dan temannya Shane Lukas serta AG yang juga ditetapkan sebagai pelaku.
Baca Juga: LPSK Sebut Keputusannya soal Perlindungan Terhadap Richard Eliezer Bisa Dianulir, Asalkan….
Menanggapi hal tersebut, kriminolog anak Haniva Hasna ikut mengomentari kasus dari Rafael Alun tersebut.
Ia menyebut ketika rekonstruksi berlangsung, terlihat bahwa ada peran kuat dari Mario Dandy terhadap pelaku lainnya.
Ketika melakukan selebrasi, kriminolog anak ini mengatakan bahwa anak dari mantan pejabat pajak ini merasa kekesalannya atau agresivitasnya telah terpenuhi.
“Bahkan dia melakukan selebrasi karena dia (Mario Dandy) merasa sesuatu yang dilakukan atau kekesalannya atau agresivitasnya itu sudah terpenuhi,” ujar Haniva dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Senin (13/3/2023).
Menurutnya ada yang salah dari cara pengendalian diri Mario Dandy sehingga membuat cara berpikir anak umur 20 tahun tersebut menyebabkan kontrol diri menjadi kurang.
Sehingga yang dilakukan pada saat itu bagaimana cara mengalahkan korban dan melumpuhkan korban sesuai dengan intuisi dan kemarahannya.
Haniva menyampaikan bahwa biasanya anak-anak atau orang dewasa di luar begitu beringas bisa jadi di dalam rumah menjadi seseorang yang cupu.
“Biasanya anak-anak atau orang dewasa yang ternyata di luar itu dia begitu beringas bisa jadi di dalam rumah itu dia menjadi seseorang yang cupu atau seseorang yang menjadi korban di rumah itu,” ungkapnya.
Baca Juga: Ramai Sosok APA Sang Mantan Pacar Mario Dandy dalam Kasus Penganiayaan David, Ikut Terlibat?
Hal itu menurutnya bisa dikarenakan menjadi anak laki-laki satu-satunya atau merupakan anak bungsu yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya.
Sehingga segala sesuatunya sudah terpenuhi dan tidak dipercaya bahwa sudah mampu dan dewasa untuk bisa bertanggung jawab sendiri.
“Ketika dia berada di luar dia berusaha menunjukkan kekuatan dirinya menunjukkan arogansinya. Itu sebetulnya untuk memenuhi kebutuhan dirinya oleh sosial,” ujar Haniva.
Ia juga menyebut bahwa implikasi terberat Mario Dandy dalam kasus ini yakni pada dirinya sendiri.
Karena anak dari Rafael Alun akan kehilangan waktu, kehilangan nama baik, cita-cita. Padahal sebelumnya merasa bahwa apapun yang dilakukan pasti akan di-backup atau dibela oleh orang tuanya.
Kerugian yang nyata dari Mario Dandy menurut kriminolog anak yakni telah menerima hukuman sosial sehingga untuk memulihkannya lagi tidak tahu apakah dirinya mampu atau tidak.