AYOJAKARTA.COM - Kabar terbaru mengenai terpidana Ferdy Sambo masih menarik perhatian publik.
Selama jalannya persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo banyak mendapat berbagai pro dan kontra.
Diketahui, Majelis Hakim menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Ferdy Sambo pada Senin (13/2/2023).
Vonis hukuman mati tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yaitu penjara seumur hidup.
Terkait Ferdy Sambo, belum lama ini muncul sebuah video di Youtube mengenai kondisi terbaru Sambo beserta istrinya.
Video tersebut mengklaim bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati dibawa ke rumah sakit jiwa karena mengalami stres dan depresi.
Dikutip Ayojakarta.com dari laman turnbackhoax.id pada Minggu (12/3/2023), berikut fakta sebenarnya dari informasi tersebut.
Beredar sebuah video yang mengklaim bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati dibawa ke rumah sakit karena stres dan depresi.
Video tersebut diunggah ke Youtube oleh channel Benang Merah (@benangmerah5232) pada 7 Maret 2023.
Video tersebut diberi judul "Stres dan Depresi Sambo dan Putri C Langsung Dibawa Kerumah Sakit Jiwa".
Baca Juga: Duh! Richard Eliezer Tak Lagi Dilindungi LPSK, Pakar Hukum Pidana: Perjuangan Amicus Curiae Sia-sia
Setelah ditelusuri, video tersebut berisi potongan video persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Salah satu potongan video merupakan saat Kamaruddin Simanjuntak sedang memberikan keterangan.
Potongan video tersebut diikuti narator yang membacakan artikel unggahan Ayojakarta.com pada 24 November 2022, yang berjudul "Kamaruddin Simanjuntak Sebut Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo Punya Kelainan Jiwa, Berikut Ciri-cirinya!".
Selain itu, terdapat juga potongan video dari Youtube KompasTV yang diunggah pada 1 November 2022.
Baca Juga: Ketahuan Nitip Beli Sabu ke Sopir, Polisi Ungkap Ammar Zoni Beli Narkotika Pada Sosok Ini!
Dalam video Youtube KompasTV, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan hambatan-hambatan selama membela keluarga Brigadir J.
Dari fakta diatas, video mengenai Ferdy Sambo dan Putri Candrawati dibawa ke RS Jiwa karena depresi merupakan konten yang dimanipulasi dan tidak terbukti benar (hoaks).***