AYOJAKARTA.COM -- Mantan ajudan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, sejak awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua sampai detik ini tak luput dari sorotan publik.
Hal tersebut dikarenakan kejujuran Richard Eliezer yang berani melawan atasannya berpangkat jenderal bintang dua.
Meskipun resiko yang diambilnya ini sangat mengancam jiwa raganya tetapi ia berani melawan rasa takut tersebut karena dukungan orang tuanya.
Baca Juga: LPSK Hentikan Perlindungan Richard Eliezer, Ronny Talapessy: Gak Usah Khawatir, Kita…
Tak hanya itu, perjuangan Richard Eliezer ini pun berbuah manis, di mana setelah vonis yang dijatuhi majelis hakim selama 1 tahun 6 bulan tersebut dinilai sangat rendah daripada tuntutan jaksa yang meminta vonisnya selama 12 tahun penjara.
Dalam acara wawancara eksklusif Richard Eliezer bersama Rosiana Silalahi di TV pada Kamis, 9 Maret 2023, Richard Eliezer mulanya mengatakan bahwa setelah vonis dijatuhi majelis hakim untuk kegiatannya selama menjadi warga binaan Lapas Salemba Cabang Rutan Bareskrim ini ia hanya banyak membaca buku dan belajar membuat skripsi.
"Jadi kegiatan sehari-hari disini saya lebih banyak baca buku tentunya, terus saya masih dalam tahap belajar membuat skripsi karena kemarin kuliah saya sempat tertunda, jadi pelan-pelan saya belajar buat skripsi," kata Richard Eliezer.
Baca Juga: Buntut Tayangan Wawancara, LPSK Hentikan Perlindungan Terhadap Richard Eliezer
Di satu sisi Richard Eliezer sangat bersyukur dengan adanya kejadian ini. Di mana ia tidak disudutkan sama sekali karena keputusannya yang melawan skenario jahat atasannya Ferdy Sambo dalam rencana pembunuhan Yosua pada 8 juli silam. Bahkan ia juga tak menyangka bahwa banyak orang yang men-support-nya untuk berkata jujur.
"Jujur saya kaget, tidak menyangka juga banyak orang mendukung saya dan saya betul-betul bersyukur karena pertama saya tidak disudutkan, dan ternyata banyak orang diluar sana mensupport saya untuk bisa berkata jujur," kata Richard Eliezer.
Kemudian, Richard Eliezer juga mengaku bahwa ia tidak bisa melihat orang tua menangis atas kesalahan yang diperbuatnya. Bahkan ia dari kecil sudah mempunyai tujuan untuk bisa membahagiakan orang tuanya.
Baca Juga: Mengejutkan! LPSK Hentikan Perlindungan kepada Richard Eliezer Imbas Wawancara dengan Rosi
"Pertama saya tidak tega melihat orang tua saya bersedih karena kesalahan saya tentunya karena memang dari kecil tujuan kita membahagiakan orang tua," ungkapnya.
Richard Eliezer juga mengatakan bahwa kejadian pembunuhan itu merupakan suatu kesalahan besar yang ia lakukan dalam hidupnya.
Kesalahan ini juga yang membuat dirinya mengalami dilema karena bertentangan dengan hati kecilnya antara mengikuti kebohongan atasannya atau berkata jujur dengan resiko yang luar biasa hebat mengancam dirinya. Tapi ia tetap memegang kejujuran yang selalu diajarkan orang tuanya.
"Karena dari kecil saya memang diajarkan orang tua untuk berkata jujur ,jadi pada saat ada masalah kemarin memang bertentangan dengan hati nurani saya. Di samping itu atas pelajaran orang tua saya itulah yang membuat saya berani berkata jujur," kata Richard Eliezer.
Menariknya kejujuran ini juga di-support oleh sang ibu, Rynecke Alma Pudihang yang mengatakan bahwa ia bangga punya anak seperti Richard Eliezer.
"Mama saya bilang kepada saya, 'Ya lebih baik kamu jujur De, karena mama bangga sama kamu kalau kamu jujur'," kata Richard Eliezer menirukan ucapan sang mama disaat pertama kali ia memutuskan untuk berkata jujur ke penyidik.
Baca Juga: Tegas! LPSK Cabut Perlindungan Fisik kepada Richard Eliezer Buntut Wawancara di TV
Pada akhirnya kejujuran ini juga yang membuat Richard Eliezer lebih lega dibandingkan mengikuti skenario baku tembak yang sudah di siapkan Ferdy Sambo sebelumnya.***