AYOJAKARTA.COM - Di Pilpres 2019, Ratna Sarumpaet pernah jadi bagian dari tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Saat itu, ia mengawal pencalonan Prabowo sebagai capres meski tidak sampai pilpres rampung.
Sebab, Ratna tersandung kasus berita bohong yang menyebabkannya dikeluarkan dari tim sukses dan menghadapi masalah hukum hingga akhirnya dipenjara.
Baca Juga: Ayah David Ozora Kerahkan Ribuan Pasukan Untuk Memburu Mario Dandy! Begini Kronologi dan Faktanya!
Bertahun-tahun setelah Pilpres 2019 rampung, ternyata Ratna masih menyimpan kekecewaan terhadap Prabowo.
Kekecewaan itu muncul atas sikap Prabowo yang menurutnya telah meninggalkan pendukungnya begitu saja.
"Yang aku sayangkan, Pak Prabowo tidak melakukan sesuatu yang semestinya kepada umat Islam, terutama yang mendukung dia sampai berdarah-darah," ujar Ratna dalam podcast Uya Kuya TV.
Seperti diketahui, Prabowo dan koalisinya bergabung dengan kubu pemerintah setelah Pilpres.
Prabowo sudah sempat menjelaskan alasannya memutuskan bergabung dengan pemerintah, namun Ratna menilai semestinya Prabowo meminta maaf dan berpamitan terlebih dulu kepada pendukungnya.
Ratna menilai itu semestinya dilakukan karena para pendukung telah mati-matian mengupayakan agar Prabowo menjadi presiden.
"Melihat kok mereka berdarah-darah, tapi, (Prabowo) pergi tanpa ba bi bu. Kalau menurut saya bagusnya pamit, paling nggak kepada tokoh-tokoh atau ulama-ulamanya saja dikumpulin." Pungkas Ratna.***