News

Pro Kontra Relokasi Pemukiman Warga dan Depo Pertamina Plumpang, Mana yang Harus di Pindah? Ini Kata Pengamat

Oleh: Sulistiyaningsih Rabu 08 Mar 2023, 14:57 WIB
Yayat Supriatna dalam Kompas Siang Soal Rencana Relokasi Pemukiman Warga dan Depo Pertamina Plumpang

AYOJAKARTA.COM – Kejadian terbakarnya Depo Pertamina di Plumpang, Koja, Jakarta Utara membuat pro kontra relokasi objek vital ini.

Berbagai opsi dimunculkan setelah adanya korban jiwa akibat kebakaran merembet ke sekitar kawasan pemukiman warga.

Diketahui bahwa terminal BBM milik pertamina di Plumpang telah beroperasi sejak tahun 1974. Terbakarnya Depo Pertamina tersebut menyebabkan belasan orang menjadi korban.

Baca Juga: Di Tengah Masalah yang Dihadapi, Indra Bekti Dapat Ajakan Umroh Bareng dari Ashanty

Warga sekitar Kawasan Depo Plumpang tersebut mengatakan bahwa sengketa lahan dengan Pertamina telah terjadi sejak tahun 1971.

Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bahwa bahwa rencana penempatan Buffer Zone atau Zona Aman sudah ada sejak 2009 lalu.

Dalam rencana tersebut disebutkan Zona Aman dari Depo Pertamina sejauh 50 meter melihat dari penelitian terkait radiasi panas.

“Konsep 2009 itu kan sudah ada awalnya bersama Pemda bersama Pemerintah Pusat Pertamina dari tembok yang ada Buffer Zone selebar 50 meter,” ujar Heru dikutip ayojakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Rabu (8/3/2023).

“Namun mungkin ada kebijakan lain waktu itu dari Pertamina sehingga hal ini tidak terwujud sampai saat ini. Namun saya rasa itu harus dilakukan karena in ikan Depo Pertamina yang memang beresiko tinggi,” imbuhnya.

Baca Juga: Tak Main-main! Pengacara Aldilla Jelita Kantongi Sejumlah Nama, Ancam Akan Perkarakan Jika Masih Sebar Fitnah

Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan bahwa Depo Pertamina Plumpang akan dipindah ke Tanah Pelindo, yang mana lahan tersebut akan siap dibangun pada akhir tahun 2024.

“Kita sudah koordinasi dengan Pelindo, itu lahannya akan siap dibangun akhir 2024. Pembangunan memerlukan waktu 2-2,5 tahun,” kata Erick Thohir.

Berbeda pendapat dengan Erick Thohir, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa yang harus dipindah itu warga sekitar bukan Depo Pertaminanya.

“Jangan dibalik ya, jangan dibalik. Plumpang itu sudah dibuat di sana, ada daerah kosong atau buffer zone,” tegas Luhut.

“Jangan ini (Depo) yang disuruh pindah, orang yang tidak berhak disitu yang harus pindah,” imbuhnya.

Baca Juga: Viral! Video Kekecewaan Petani Edelweis Rawa di Ranca Upas Rusak Parah Akibat Event Trail: Sini Biar Paham!

Menurutnya pemerintah mungkin akan lagi mengkaji terkait kebakaran Depo Plumpang tersebut yaitu bisa dengan memberikan kompensasi atau dibangunkan bangunan untuk tempat tinggal.

Sementara Pengamat Tata Kota, Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyatakan bahwa pemindahan Depo Pertamina Plumpang harus dipikirkan dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan kedepannya.

“Depo BBM Plumpang adalah depo yang paling strategis tempatnya, pertama satu kan dia dekat dengan akses jalan tol, sehingga mudah distribusi ke wilayah jabodetabek aksesnya mudah kemana-mana,” ujar Yayat.

“Yang kedua investasi dekat dengan Pelabuhan laut, sudah tertanam pipa hampir 5 km di dalamnya, jadi dari sisi tempat, lokasi, distribusi lebih mudah,” imbuhnya.

Baca Juga: Tercatat Punya Harta Rp58 Miliar, Menkeu Sri Mulyani Ternyata Masih Punya Utang Tak Kalah Fantastis!

Menurutnya jika Depo Plumpang tersebut dipindahkan ke Kawasan lain maka akan butuh waktu yang lama untuk sampai.

Ia juga mengatakan bahwa ada hal yang menarik yang harus dipikirkan yakni mana yang lebih besar investasinya, yakni menata merelakan penduduk atau membangun kilang atau Depo baru.

Sehingga perlu dihitung apabila membangun Depo baru lebih tinggi biayanya maka harus menata Kawasan tersebut.

Untuk dijadikan role model dengan relokasi pemukiman di sekitar kawasan tersebut, sehingga tidak akan ada lagi kejadian yang serupa.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky