AYOJAKARTA.COM--Aksi turis asal Rusia yang menyalakan bom asap atau flare videonya viral di media sosial belakangan ini.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu 26 Februari 2023 di kawasan wisata Kawah Ijen dan banyak mendapat kecaman dari publik.
Dalam video berdurasi pendek tersebut terlihat ada sekelompok turis berjumlah tujuh orang memakai masker tengah yang menyalakan flare warna-warni.
Tidak diketahui maksud dan tujuan dari ketujuh turis tersebut menyalakan flare di kawasan wisata tersebut, tetapi yang pasti aksi turis tersebut tentunya mengganggu aktivitas wisatawan lainnya.
Baca Juga: Viral! Beberkan Kisah Cinta dengan Suaminya, Yeni Inka Dihujat Netizen: Kalem-kalem Nglarani
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno juga turut menanggapi video viral tersebut.
Ia pun mengecam aksi turis Rusia tersebut dan mengatakan ketujuh turis yang menyalakan flare tersebut akan diblacklist. Hal tersebut disampaikan dalam postingan Instagram miliknya.
“7 turis asal Rusia tanpa jasa pemandu lokal yang menyalakan flare saat mendaki Puncak Kawah Ijen, TEGAS KITA BLACKLIST!” tulis Sandiaga Uno dalam caption Instagram @sandiuno dikutip ayojakarta.com, Rabu (8/3/2023)
Menurut keterangannya aksi turis tersebut mengganggu aktivitas para wisatawan lain yang sedang menikmati keindahan Kawah Ijen.
Baca Juga: Momen Kocak Gajah Begal Batang Tebu di Jalanan, Warganet: Aku Mah Ikhlas Kalau Begini..
“Aksi ini berpotensi mengganggu aktivitas para wisatawan lain yang menikmati TWA Kawah Ijen,” lanjutnya.
Lebih lanjut Sandiaga Uno juga mengatakan bahwa menyalakan bom asap di Kawah Ijen jelas melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990.
“Smoke bomb atau flare di Kawah Ijen jelas melanggar UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” ujarnya.
Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan destinasi wisata yang dikunjungi.
Hal tersebut bertujuan untuk terciptanya lapangan pekerjaan melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Ia juga meminta agar masyarakat lebih bisa sadar akan etika saat berwisata.***