AYOJAKARTA.COM - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio merupakan salah satu kasus yang menyita perhatian publik belakangan ini.
Kejahatannya yang berada di luar nalar membuat para pihak ikut geram melihat setiap perkembangan kasusnya.
Selain itu keterlibatan sosok AGH yang akhirnya ditetapkan sebagai anak yang berkonflik dengan hukum membuat publik semakin menghujat para pelaku yang terlibat.
Namun belakangan ini terdengar sebuah klarifikasi dari pihak AGH yang diwakili oleh kakaknya Ivana Yoan yang menyatakan tentang kekhawatirannya terkait mental sang adik.
Klarifikasi dari pihak AGH tersebut mendapatkan tanggapan sinis dari keluarga korban David.
Melalui platform Twitter ayah dari David mengunggah kondisi terakhir putranya dan kemudian di posting ulang oleh kerabat dekatnya yakni Nong Andah.
Nong Andah menjelaskan kepada warganet terkait kondisi terakhir David melalui akun Twitternya.
Baca Juga: Alhamdulillah! Kesadaran David Meningkat, Diminta Istighfar oleh Sang Ayah
"Ini kondisi David sekarang, masih belum sadar, meski mata terbuka tapi belum kenal Ayahnya," tulis Nong Andah.
"Yang disyukuri, kondisinya membaik karena nggak kejang-kejang lagi,"lanjutnya.
Namun di tengah penjelasannya, Nong Andah tak lupa memberikan sindiran kepada kakak AGH yang hanya memperdulikan mental adiknya, tanpa memohonkan maaf kepada David atas nama AGH.
"Semoga pelaku termasuk kakak AG bisa lihat video ini. Jangan mikirin trauma AG aja, liat kondisi David seperti ini. Kamu nggak minta maaf atas nama adikmu?" ungkapnya.
Sebelumnya dalam sebuah video klarifikasi yang dilakukannya, Ivana Yoan mengatakan bahwa banyak ancaman yang datang kepada keluarganya dan hal itu membuatnya harus buka suara.
Selain pihak keluarga, publik pun melayangkan sentimen negatif kepada video klarifikasi yang dinilai semakin memperkeruh suasana.
Sebab video tersebut hanya berisi pembelaan tanpa disisipi kalimat penyesalan dari pihak AGH.
Ia juga membantah keterlibatan adiknya dalam kasus penganiayaan tersebut, selain itu ia juga menjelaskan bahwa AGH sempat syok dan takut pada saat kejadian penganiayaan.
Namun hal itu dibantah oleh saksi N yang mengatakan bahwa raut muka dari ketiga pelaku biasa saja pada saat kejadian.***