AYOJAKARTA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, memperkenalkan kebijakan baru yang mengharuskan siswa SMA masuk sekolah jam 5 pagi. Ia pun menyampaikan kebijakan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan kebijakan yang berlaku di Jakarta.
Bukan tanpa sebab, menurutnya hal ini akan membantu menyiapkan siswa-siswa Sekaloh Menengah Atas dan Kejuruan di NTT buat masuk ke universitas bergengsi.
Tak hanya itu, politisi Nasdem ini juga punya pendapat bahwa melalui kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi, akan melatih mereka yang ingin masuk Akademi Kepolisian dan Akademi Militer.
Baca Juga: Langkah-langkah Cara Daftar Online KUR Syariah 2023 di BSI, Pengajuan Mudah dan Cepat!
Gubernur Nusa Tenggara Timur tersebut juga menegaskan bahwa kebijakan ini hanya diterapkan di dua sekolah unggul, yakni SMA 1 dan SMA 6.
Sehingga, kebijakan tersebut berlaku bukan untuk semua sekolah di Nusa Tenggara Timur. Hanya siswa di dua sekolah tersebut yang berangkat jam 5 pagi.
"Kita perlu tak semua sekolah namun kita hanya perlu dua sekolah, Dua sekolah itu unggul," ungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagramnya.
Secara sadar dan penuh, kajian Gubernur NTT juga memberikan pernyataan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh dipersepsikan dan disamakan terhadap sistem di Ibu Kota Jakarta.
Gubernur Laiskodat juga menegaskan bahwa NTT tidak dapat disamakan dengan Jakarta, karena sekolah di NTT masih punya kekurangan dibandingkan di Jakarta.
Karena itu, ia menjelaskan bahwa NTT merupakan Provinsi yang masih memiliki kekurangan infrastruktur, supratuktur, dan sumber daya kecuali uang.
"Tidak bisa NTT dipersepsikan dan disamakan dengan Jakarta," sahut Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat.
Oleh karena itu, ia akan memfokuskan anggaran pendidikan di dua sekolah unggul tersebut dan bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk membantu siswa-siswa SMA/SMK di NTT agar dapat diterima di Universitas unggulan.
Meskipun demikian, Gubernur Laiskodat mengakui bahwa ada kendala untuk menerapkan kebijakan ini, terutama dalam hal keamanan dan lainnya.
Namun, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk menjamin keamanan siswa.
Gubernur Laiskodat menjelaskan bahwa kebijakan sekolah jam 5 pagi ini juga dilakukan untuk menyiapkan siswa-siswa di NTT agar dapat diterima di Universitas unggulan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Dikritik soal Kebijakan Jam Sekolah Pukul 5 Pagi, PGRI: Tak Rasional!
Secara garis luas, peraturan ini dibuat Gubernur NTT karena hal ini sangat penting untuk kemajuan generasi muda di sana.***