AYOJAKARTA.COM - Kemacetan yang terjadi di Jambi, sukses menarik perhatian publik.
Diketahui, kecamaten di wilayah Jambi ini didominasi oleh ribuan truk pengangkut batu bara yang terjebak hingga puluhan jam.
Kemacetan parah yang berada pada simpang Karmeo Kecamatan Batin 24 hingga Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi membuat aktivitas arus lalu lintas lumpuh total.
"Untuk sementara kendaraan yang masih kosong yang akan menuju Koto Boyo menuju Sarolangun Wonosobo kita stop untuk sementara disini jangan lewat Tembesi dulu,agar tidak memperpanjang kemacetan dulu,"kata AKBP Bambang Purwanto ,Kapolres Batanghari.
Tak hanya itu saja, ternyata sejumlah mobil ambulans juga menjadi korban dari kemacetan tersebut.
Ada juga ambulans yang mengangkut jenazah, pasien pun terjebak dalam kemacetan yang berujung pada sejumlah anggota kepolisian berupaya untuk membuka jalan agar mobil tersebut lepas dari kemacetan.
Sementara itu warga yang terjebak macet meminta pemerintah untuk bisa mengatasi masalah kemacetan yang terjadi sehingga kedepannya arus lalu lintas tersebut menjadi lancar.
"Tentunya harapan kita harus ada solusinya, supaya kita ini macam mana lebih baik supaya lancar, yang batubaranya lancar dan usaha-usaha lainnya juga lancar," kata pengguna jalan Mustakim.
Kemacetan selama 22 jam ini diduga karena terjadinya penumpukan truk batu bara dari arah Jambi maupun arah Kabupaten Sarolangun.
Baca Juga: Viral di Media Sosial Video Wahana Tornado Dufan Sempat Macet, Begini Klarifikasi Pihak Manajemen
Macet ini juga diperparah oleh truk batu bara yang mogok serta kondisi ruas jalan nasionalnya yang rusak.
"Penyebab kemacetan jalan Sarolangun Jambi yang terletak di desa Jebak, dan Karmeo adalah karena hujan yang terus menerus sehingga adanya genangan air. Ditambah banyaknya kendaraan batu bara yang rusak dan memakan badan jalan sehingga mengalami kemacetan dan lumpuh total. Yang diperkirakan dari arah Tembesi mengarah Sarolangun dan Sarolangun menuju Jambi kurang lebih 3 kilometer," kata IPTU Arlan KBO Satlantas Polres Batanghari yang dikutip ayojakarta.com dalam tayangan Metro TV, Kamis (2/3/2023).
IPTU Arlan juga menjelaskan bahwa saat ini personil Satlantas Polres Batanghari dan Sabhara Polres Matahari dibantu Dishub provinsi untuk mengatur lalu lintas agar tidak terjadi lagi kemacetan kembali.***