AYOJAKARTA.COM – Pengamat Kebijakan Publik Ahmad Nur Hidayat mendukung himbauan dari Sri Mulyani untuk membubarkan klub Moge DJP, bahkan menurutnya perlu juga ada pembubaran dari komunitas-komunitas yang lain.
Komitas yang dimaksud oleh Ahmad Nur Hidayat adalah komunitas yang menunjukkan hedonisme pejabat publik selain dari klub Moge DJP.
Ahmad Nur Hidayat memahami bahwa langkah yang diambil oleh Sri Mulyani untuk membubarkan klub Moge DJP karena merasa gaya hidup pegawai DJP bertentangan dengan azas kepatutan.
Baca Juga: Terungkap! Isi Percakapan WA David dengan AG Sebelum Penganiayaan, Penuh Bohong dan Ancaman
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada akun Instagramnya @smindrawati.
“Mengendarai dan memamerkan Moge bagi Pejabat/Pegawai Pajak dan Kemenkeu telah melanggar azas kepatutan dan kepantasan publik,” ketik Sri Mulyani.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (1/3/2023), dengan adanya komunitas Moge ataupun komunitas hedonisme lainnya baik pada pegawai Pajak maupun Kemenkeu, Ahmad Nur Hidayat menilai bisa menimbulkan perkumpulan yang negatif.
“Komunitas ini juga, itu bisa juga ajang untuk kongko-kongko sampai sampai bertukar informasi kalau seandainya ada potensi-potensi untuk memperoleh kekayaan di luar dari ketentuan. Jadi ini bisa menjadi komunitas yang punya pemufakatan jahat,” ujar Ahmad Nur Hidayat.
“Karena komunitas ini kan bukan komunitas orang-orang yang kecil. Pegawai tingkat dasar, tingkat bawah mana bisa dia gabung motor gede. Ini kan harus pejabat-pejabat yang memang sudah punya power,” lanjutnya.
Ahmad Nur Hidayat memiliki pandangan dari komunitas hedonisme ini bisa saja menjadi tempat bagi para pejabat DJP untuk bertukar pikiran dan bertukar informasi.
Menurutnya hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya perbincangan yang menuju kepada tujuan tidak baik dengan menggunakan kekuatan dari jabatan yang dimiliki pejabat DJP.
Diketahui sebelumnya bahwa terdapat klub motor Blasting Rijder DJP dengan salah satu anggotanya adalah Dirjen Pajak Suryo Utomo. Komunitas tersebut memiliki sosial media yang kerap kali mengunggah kegiatan klub Moge.
Namun setelah Sri Mulyani memberikan himbauan pembubaran klub Moge DJP, akun sosial media Blasting Rijder DJP seketika lenyap.***