AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini, sebuah kasus penganiayaan menjadi sangat viral di media sosial dengan pelaku Mario Dandy yang merupakan anak dari pejabat Kementerian Keuangan.
Mario Dandy diketahui telah menganiaya seorang anak bernama David yang ternyata adalah seorang putra dari pengurus GP Ansor.
Atas tindakannya yang sangat keji, Mario Dandy akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut oleh Polres Jakarta Selatan.
Baca Juga: Senin Pagi Jakarta Diguyur Hujan, Air Kali Ciliwung Meluap Pemukiman Warga Terendam Hampir 2 Meter
Sementara itu, terlibatnya anak dari pejabat Kemenkeu itu ternyata memberikan pengaruh terhadap pengurangan kepercayaan masyarakat kepada institusi Indonesia.
Setelah masyarakat sempat dibuat kecewa dengan polisi yang mengikuti skenario dari Ferdy Sambo, kini kepercayaan publik mulai memudar lagi.
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan akun twitter @Askrlfess, seorang pengguna dengan nama @shelbyfamly menyampaikan ketidakpercayaannya kepada kepolisian.
Ia menduga adanya kemungkinan Mario Dandy mendapatkan sel yang bagus karena merupakan anak dari orang kaya.
“pelakunya digituin juga dong, apaan cuman ndekem d sel mana kalo orkay selnya bisa bagus lagi,” ujarnya.
Di sisi lain, ada juga warganet yang memiliki prasangka serupa dengan menyoroti perbedaan baju tahanan antara 2 tersangka kasus ini.
“Dari pakaiannya aja udah beda, temannya pake kaos tahanan ada nomornya 22, sementara Mario Dandy tersangka utama pake Polo shirt Lacoste,” cuit @dapetrezeki.
Sementara itu, ada warganet yang kemudian meminta masyarakat agar ikut mengawal lagi kasus ini agar selesai seperti kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dinilai cukup adil.
Ia pun mengatakan bahwa hukum di Indonesia benar-benar bobrok dan harus mendapatkan sorotan dari media serta netizen.
“Tugas netizen kawal terus jgn smpe lengah biar adil kaya kasus sambo. Gila emg hukum di Indo kalo ga ke sorot media dan ga di ramein netizen bener bener bobrok,” tulisnya.
Di lain hal, ada warganet yang baru sadar bahwa baju yang dikenakan oleh Mario Dandy merupakan baju tahanan dengan model lain.
“Pertama kali liat konferensi pers aku kira memang pake baju biasa aja gitu, g pake baju tahanan karena bapaknya orang elit, jadi walaupun jadi tersangka pake baju biasa, ternyata itu baju tahanan tapi model lain g ada angkanya,” ungkapnya.***