News

Subhanallah, Keajaiban Dahsyat Membaca Istigfar, Ada 2 Bukti Nyata di Luar Dugaan, Apa Itu?

Oleh: Sulistiyaningsih Sabtu 25 Feb 2023, 06:39 WIB
Illustrasi.

AYOJAKARTA.COM – Dalam filosofi Islam, beristigfar berarti memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan serta berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut,

Istigfar merupakan suatu zikir, yang mana seseorang umumnya seseorang akan membacanya setelah selesai salat.

Yaitu dengan harapan agar semua dosa dan kesalahan yang telah diperbuat baik yang sengaja ataupun tidak sengaja bisa dihapuskan oleh Allah SWT.

Baca Juga: MURAH Parah! Laptop Merek HP Harga Rp 1 Jutaan Saja, Desain Compact Dibekali Fitur Modern, Performa Satset

Ternyata banyak keajaiban yang pernah dialami oleh Sebagian umat muslim setelah membaca zikir ini secara rutin.

Ada kisah nyata seorang hamba Allah, adanya keajaiban setelah rutin mengamalkan zikir istigfar ini, bagaimana kisahnya?

Simak selengkapnya di sini dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube NS BOR CHANNEL, Sabtu (25/2/2023).

1. Kisah Ajaib si Pedagang Roti

Ada seorang Imam Ahmad rahimahullah yang merupakan salah satu ulama besar yang namanya masyur hingga saat ini.

Sebuah kisah ditulis oleh Imam Al Jauzi rahimahullah dalam sebuah buku yang berisikan tentang Imam Ahmad.

Dalam buku tersebut, dikisahkan saat Imam Ahmad memasuki usia senja ingin pergi ke negeri Syam namun tidak memiliki tujuan yang jelas untuk apa datang ke sana.

Padahal ia harus menempuh perjalanan yang jauh dari rumahnya yakni di Baghdad menuju Syam.

Karena keinginan yang begitu kuat, maka dirinya mengikuti naluri tersebut untuk segera pergi ke negeri Syam.

Setelah sampai di negeri Syam, ia berhenti untuk menunaikan salat zuhur menunggu hingga salah Asar namun tetap belum bisa memutuskan.

Sehingga memutuskan hingga pagi berikutnya dan bermalam di masjid tersebut, namun sang penjaga masjid tidak memperbolehkan dirinya tidur di sana karena telah menjadi peraturan.

Dengan terpaksa, Imam Ahmad memutuskan untuk berjalan keluar masjid, setelah penjaga tersebut pergi ia kembali beristirahat di pelataran masjid.

Baca Juga: Pernyataan Sikap Ambigu SMA Tarakanita 1, Usai Siswinya Diduga Terlibat Penganiayaan Anak Dirjen Pajak, DO?

Namun naas, sang penjaga datang kembali lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya ke jalanan.

Di seberang masjid ada penjual roti yang melihat kejadian tersebut dan memanggil Imam Ahmad.

“Wahai Syekh, kemarilah, beristirahatlah di tokoku,” tutur penjual roti.

Imam Ahmad pun masuk ke toko roti tersebut, penjual roti kembali berkata.

“Rumahku tidak jauh dari sini, ini took rotiku, di belakang sana ada ruangan untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi,” ujarnya.

Setelah masuk ke dalam took roti tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti

Ada satu aktivitas yang menarik perhatiannya, yakni penjual roti selalu mengucapkan zikir dan beristigfar yang terus dilantunkan dari mulut tukang roti.

Tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya. Imam Ahmad kagum dan bertanya sejak kapan selalu beristigfar.

Baca Juga: Agnes Diduga 'Kompori' Mario Dendy hingga Sebabkan Penganiayaan, Polisi Ungkap Statusnya Kini: Sebagai...

Sang penjual roti pun menjawab bahwa dirinya sudah lama sekali berucap zikir membaca istigfar yang sudah menjadi kebiasaan rutin dalam segala kondisi.

“Lantas apa hasilnya?” tanya Imam Ahmad.

“Allah mengabulkan semua permintaanku,” jawab penjual roti.

Kemudian Imam Ahmad bertanya kembali “Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan oleh Allah?”

Lelaki penjual roti menjawab “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal.”

Mendengar jawaban sang penjual roti, sang Imam pun mengatakan bahwa karena istigfar Allah SWT telah mendatangkan dirinya menuju ke negeri Syam tanpa alasan yang jelas.

Ia mengakui identitasnya sebagai Imam Ahmad bin Hanbal. Mendengar hal tersebut membuat tukang roti langsung memeluk dan mencium sang Imam dengan perasaan gembira dan penuh haru.

Itulah bukti nyata keajaiban membaca zikir istigfar yang pertama.

Baca Juga: Kasus Mario Dandy Aniaya David Tuai Kritikan Baru, Bintang Emon: Gitu Tuh Kalau Enggak Tahu Kerasnya Hidup

2. Kisah Seorang Ibu dan Anak Perempuan yang Sakit

Keajaiban ini terjadi pada seorang ibu yang tinggal di wilayah Kashmir yang memiliki seorang anak perempuan berpenyakit tulang.

Beberapa dokter di wilayahnya belum ada yang sanggup mengobati anak perempuan tersebut, dan menyarankan untuk berobat ke dokter muslim di India.

Mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan, ibu tersebut hanya memperbanyak doa dan beristigfar kepada Allah SWT.

Baca Juga: Lowongan Kerja PT Bank Syariah Indonesia Periode Februari 2023, Intip Kualifikasinya dan Lamar Segera

Singkat cerita, dokter spesialis tulang tersebut pergi keluar India untuk mengisi sebuah acara dan melewati wilayah Kashmir.

Karena acara tinggal 6 jam lagi, sang dokter memutuskan untuk naik pesawat, namun belum sampai tujuan kru pesawat mengumumkan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Dan harus turun di wilayah Kashmir karena badai. Karena tidak tahu sampai kapan pesawat akan kembali berangkat sang dokter menyewa kendaraan.

Namun naas, baru sebentar hujan turun amat deras sehingga sopir memutuskan untuk mencari tempat istirahat di perkampungan terdekat.

Didatanginya rumah penduduk terdekat yang Nampak using, lalu sang dokter mengetuk pintu dan meminta bantuan agar sang pemilik rumah mengizinkan berteduh sembari beristirahat selama badai.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Amalan di Bulan Syaban yang Dianjurkan untuk Dilakukan oleh Umat Muslim

Sang ibu pun mempersilahkan dan dibuatkannya the hangat, tak lama terdengar suara sang anak menangis kesakitan.

Dokter tersebut bertanya kenapa menangis seperti kesakitan, ibunya menjawab bahwa sang anak sakit tulang.

Lalu sang dokter mengatakan bahwa segala puji bagi Allah telah mendatangkan dirinya karena yang ibu tersebut maksud adalah dokter tulang yang bisa mengobati anaknya.

Akhirnya ibu tersebut meminta belas kasihan sang dokter untuk mengobati anaknya, sang dokter pun mengobati anak tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya pengobatan.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky