AYOJAKARTA.COM - David yang telah terbaring koma sejak 5 hari yang lalu, kini mulai menunjukkan perkembangan positif.
Diketahui, David yang merupakan korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo, mengalami luka serius hingga terbaring koma sejak 20 Februari 2023 di ICU Rumah Sakit Mayapada, Jakarta Selatan.
Kabar baik tentang kondisi David tersebut dibagikan oleh salah satu anggota GP Ansor, Afif Fuad Saidi melalui cuitan di Twitternya @AfifFuadS.
Baca Juga: Subhanallah, Keajaiban Dahsyat Membaca Istigfar, Ada 2 Bukti Nyata di Luar Dugaan, Apa Itu?
Afif Fuad yang ikut memantau perkembangan David, menyebut bahwa tingkat kesadaran putra dari Jonathan Latumahina tersebut mulai membaik dan bahkan sudah mulai bisa merespons suara.
"Alhamdulillah Ya Allah, Terimakasih Poro Dokter, Kondisi David menunjukkan perkembangan yang positif," tulis Afif Fuad Saidi dikutip AyoJakarta.com melalui laman Suara.com pada Sabtu, (25/2/2023).
"(David) sudah tidak lagi memakai Sedasi, tanpa obat penenang sudah tidak cemas dan gelisah, moga cepat menaikkan tingkat kesadarannya, sudah mulai merespon suara, ada respons gerak dan tidak kejang-kejang," sambung nya.
Selain memberikan kabar baik tersebut, Afif juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para warganet yang ikut mendoakan kesembuhan David.
"Terima kasih doa semuanya, terima kasih para dokter yang merawat, semoga kabar baik ini terus bersama naiknya tingkat kesadaran David, Doa teman-teman, doa kita semua sangat berarti bagi kesembuhan David," ucapnya.
David merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo, anak pejabat di Ditjen Pajak.
Ulah brutal Mario Dandy tersebut menyebabkan luka serius dan bahkan membuat David mengalami koma.
Kini Mario Dandy Satriyo bersama dua tersangka lainnya yang terlibat dalam penganiayaan tersebut telah ditahan di Polres Jakarta Selatan.
Warganet yang ikut mengawal perkembangan kasus tersebut bahkan sampai menyeret nama Ayah dari Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo yang notabene merupakan pejabat di Direktorat Jender Perpajakan (DJP).
Akibat ulah anaknya tersebut, per tanggal 24/2/2023, Menkeu Sri Mulyani mencopot jabatan Rafael Alun Trisambodo sebagai Kepala Bagian Umum DJP Kanwil Jakarta Selatan II.
Bahkan harta kekayaan miliknya yang mencapai Rp56 Miliar sampai ikut dikuliti oleh Warganet.
Oleh sebab itu, kekayaan yang dianggap tak wajar tersebut akan segera diusut oleh Kemenkeu bekerjasama dengan KPK dan PPATK.***