News

Buntut Penganiayaan oleh Mario Dandy, Sang Ayah Kehilangan Jabatan di Kemenkeu tapi Tetap Berstatus ASN

Oleh: Cita Aryani. M Jumat 24 Feb 2023, 11:37 WIB
Rafael Alun dan Putranya Mario Dandy

AYOJAKARTA.COM - Peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anak Rafael Alun Trisambodo, Mario Dandy Satrio terhadap putra pengurus GP Ansor yang viral berbuntut pada hilangnya jabatan sang ayah.

Rafael Alun Trisambodo adalah seorang pejabat pajak di Kementerian Keuangan.

Jabatan Rafael di Kemenkeu kini telah resmi dicopot, ini sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Tertarik? Ustaz Abdul Somad Ungkap Cara Memanfaatkan Harta Menjadi Pahala yang Mengalir Hingga Akhir Zaman

"Saya perintahkan Inspektorat Kementerian Keuangan memeriksa harta saudara RAT (Rafael Alun Trisambodo), 23 Februari lalu Irjen telah memeriksa harta yang bersangkutan. Dalam rangka Kemenkeu mampu melaksanakan pemeriksaan, maka mulai hari ini saudara RAT dicopot dari tugas dan jabatan," kata Sri Mulyani.

Pencopotan jabatan tersebut bukan hanya terkait penganiayaan saja, tapi soal gaya hidup mewah anak Rafael yang juga disorot, termasuk harta kekayaan yang mencapai Rp56 miliar.

Baca Juga: Edarkan Narkoba atas Nama Teddy Minahasa, Ternyata Eks Kapolsek Kalibaru Peroleh Uang Ratusan Juta

Kemudian Sri Mulyani menyebutkan alasan dari dasar pemecatan RAT berdasarkan pasal 31 ayat 1 PP 94 tahun 2001 mengenai disiplin PNS.

Sri Mulyani juga meminta seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memutuskan hukuman terhadap Rafael.

Sri mulyani juga sudah menginstruksikan Inspektorat Jenderal untuk melakukan pemeriksaan harta kekayaan Rafael dalam hal kewajarannya.

"Saya sudah instruksikan kepada Inspektorat Jenderal untuk melakukan pemeriksaan harta kekayaan dalam hal ini kewajaran dari harta dari saudara RAT, " jelas Sri Mulyani dalam siaran persnya.

Selanjutnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Rafael Alun Trisambodo tetap berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) meskipun ia baru saja dicopot Menkeu Sri Mulyani dari jabatannya.

"Tetap ASN yang berarti tetap terikat dengan seluruh kode etik disiplin dan aturan administrasi ASN, pencopotan hanya dilakukan karena pemeriksaan akan dilakukan, ini untuk mempermudah pemeriksaan," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang dikutip Ayojakarta.com dalam tayangan di Youtube kementerian keuangan, Jumat (24/2).

Di sisi lain pejabat Eselon II ini juga buka suara terkait pemberitaan mengenai harta kekayaannya.

"sebagai bentuk pertanggungjawaban, saya siap memberikan klarifikasi terkait harta kekayaan yang saya miliki. Saya siap mengikuti seluruh kegiatan pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Saya siap mengikuti seluruh kegiatan pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan," katanya saat membuat klarifikasi permintaan maaf terbuka akibat kelakuan sang anak.

Rafael juga minta maaf kepada institusi tempat dia bekerja karena sudah menurunkan kepercayaan masyarakat akibat kejadian tersebut.

"Saya juga meminta maaf kepada keluarga besar Kementerian Keuangan karena dengan adanya kejadian ini berpotensi menurunkan reputasi institusi dan kepercayaan publik yang telah dibangun selama ini. Sekali lagi saya meminta maaf atas kesalahan saya dan keluarga saya," kata Rafael.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Aulli R Atmam