AYOJAKARTA.COM – Eks Kapolsek Kalibaru Kompol Kasranto sebagai salah satu terdakwa dalam kasus dugaan peredaran narkoba milik Teddy Minahasa mengakui sejumlah faktor yang mempengaruhinya ikut terlibat.
Teddy Minahasa merupakan Eks Kapolda Sumatera Barat dengan pangkat Irjen yang tersandung kasus dugaan pengedaran narkoba.
Dalam sidang agenda keterangan Eks Kapolsek Kalibaru Kompol Kasranto sebagai saksi (22/2/2023), ia mengakui bahwa berani lakukan penjualan narkoba karena dinaungi oleh Teddy Minahasa.
Baca Juga: Debt Collector Perampas Mobil Clara Shinta, Polisi: 7 Orang Ditetapkan Tersangka dan 4 Buron
Teddy Minahasa menyangkal bahwa dirinyalah yang memimpin pengedaran narkoba tersebut. Ia menanyakan kepada Kompol Kasranto kenapa tergiur melakukan tindakan melanggar hukum.
Padahal ia merupakan anggota polisi, maka timbul pertanyaan kenapa Kompol Kasranto tidak melaporkan penawaran untuk menjual narkoba kepada atasan.
Kompol Kasranto awalnya mendapat penawaran sabu oleh Linda Pujiastuti untuk diedarkan. Namun alih-alih melaporkan Linda justru ia menuruti untuk menjual narkoba tersebut.
Kasranto menyampaikan banhwa Linda menjamin keamanan narkoba karena itu merupakan milik Teddy Minahasa.
“Karena Linda mengatakan ‘Mas, ini aman, barangnya Jenderal (Teddy Minahasa)’ begitu,” kata Kompol Kasranto.
Dalam penyidikan di persidangan diketahui bahwa sabu tersebut didapatkan dari Arif dan bukan dari Teddy Minahasa.
Menurut keterangan dari Kompol Kasranto, uang dari hasil penjualan narkotika berjenis sabu ini mencapai Rp410 juta, yang mana uangnya ia serahkan kepada Linda.
Selanjutnya Kompol Kasranto tidak mengetahui uang tersebut mengalir ke mana lagi tapi dimungkinkan kepada pemilik barang.
Dalam transaksi penjualan ini Kompol Kasranto bertugas untuk menentukan harga. Di BAP yang ditulis ia menyatakan bahwa memiliki masalah ekonomi sehingga tertarik untuk mendapatkan uang melalui penjualan narkoba.
Baca Juga: Apa Arti Kedipan Ferdy Sambo Selama Sidang? Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari Jelaskan Begini
Ditambah lagi transaksi narkoba yang ia jalankan dijamin keamanannya oleh Kapolda Sumatera Barat menurut informasi dari Linda.
“Ya ekonomi juga, karena aman punya jenderal, begitu pak,” ujar Kompol Kasranto.
Mendengar motif dari Kompol Kasranto, Teddy Minahasa yang merasa dijebak dan namanya diseret dalam kasus narkoba menilai bahwa motif sebenarnya pasti karena ekonomi bukan karena iming-iming keamanan.
“Dimana-mana orang jualan sabu itu karena faktor ekonomi, itulah ya jadi jangan kaitkan nama Jenderal padahal tidak ada di situ pak,” ujar Teddy Minahasa, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (24/2/2023).***