AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo merupakan terpidana kasus pembunuhan Brigadir J. Nama Ferdy Sambo pun mencuat sejak awal perkara yang menewaskan Yosua ini muncul.
Usai Ferdy Sambo divonis hukuman mati, banyak yang semakin menyoroti hukuman tersebut. Salah satunya yakni Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri.
Melansir dari kanal YouTube Official iNews, Reza Indragiri menyampaikan adanya sesuatu yang ditutupi.
Kekerasan seksual adalah sesuatu yang ditutupi tersebut.
"Oh ya, yang paling kentara adalah ketika narasi tentang kekerasan seksual dilambungkan ke publik," ujar Reza Indragiri dikutip pada Kamis, (23/2/2023).
Reza Indragiri juga menambahkan bahwa narasi kebohongan tentang kekerasan seksual itu yang paling luar biasa. Terlebih hal itu dipertahankan sampai akhir persidangan.
"Menurut saya itu adalah narasi kebohongan yang paling luar biasa," imbuhnya.
Baca Juga: Waduh! Simpati Publik Berubah Jadi Makian Sejak Kamaruddin Simanjuntak Minta Naikkan Jabatan Yosua
Seperti diketahui, Ferdy Sambo adalah seseorang yang diduga sebagai otak dalam tewasnya Brigadir J.
Brigadir J atau Yosua meninggal dengan luka tembak yang cukup banyak.
Ia menghembuskan nafas terakhir di rumah dinas Ferdy Sambo.
Berdasarkan skenario awal yang disampaikan ke publik, Brigadir J tewas usai terjadi baku tembak dengan Richard Eliezer atau Bharada E.
Namun, Richard Eliezer akhirnya mengakui bahwa peristiwa itu terjadi bukan karena baku tembak. Melainkan disebabkan adanya penembakan terhadap Brigadir J.***