News

Berlatar Belakang Pendidikan, Ini Alasan Anies Baswedan Pilih Terjun ke Dunia Politik

Oleh: Admin Selasa 21 Feb 2023, 19:25 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden atau Capres 2024 Anies Baswedan blak-blakan alasan mengapa dirinya terjun ke dunia politik, meski memiliki latar belakang pendidikan.

Bahkan, dalam dunia pendidikan prestasi Anies Baswedan tak perlu diragukan lagi.

Anies Baswedan pernah masuk dalam daftar Rektor termuda di Indonesia yang saat itu berusia 38 tahun.

Baca Juga: Kini Hidup Berkecukupan, Siapa Sangka Anies Baswedan Dulunya Penerima Bansos, Begini Kisahnya

Saat itu, Anies Baswedan menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina selama delapan tahun.

Tak cuma itu, ia juga dikenal sebagai pencetus Indonesia Mengajar.

Indonesia Mengajar sendiri adalah sebuah gerakan yang merekrut generasi muda Indonesia untuk mengajar di wilayah-wilayah terluar Indonesia selama satu tahun.

Baca Juga: Tegas Tak Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mahfud MD Ternyata Punya Alternatif Lain!

Meski dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang baik, nama Anies juga dikenal sebagai salah satu tokoh politik Indonesia.

"Apa sih alasan bapak mau mendalami politik," tanya Rudy Salim.

"Saya itu tidak menempatkan politik sebagai satu sektor yang terpisah dari kehidupan," jawab Anies dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Prestige Productions.

Baca Juga: Mendapatkan Dukungan, Anies Baswedan Kian Mantap Melakukan Safari Politik, Demokrat: Tunggu Saja Pekan ini

Anies pun menceritakan di masa sekolah dan kuliah di satu sisi ia belajar, dan di sisi lain ia mengikuti urusan yang terkait dengan masyarakat.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan ini mengaku bahwa dirinya selalu aktif dalam kegiatan masyarakat.

"Aktif di dalam diskusi, aktif dalam aksi-aksi, aktif di dalam kegiatan yang isinya adalah tentang masyarakat, waktu itu namanya bukan politik, namanya aktivitas kemasyarakatan," jelas Anies.

Baca Juga: Kisah Masa Lalu Anies Baswedan, Pernah Hidup Susah hingga Jadi Tukang Rawat Ulat Demi Bertahan di Negeri Orang

Anies pun memberi contoh jika di masyarakat adanya RT itu adalah termasuk aktivitas publik.

Sementara itu jika di dalam skala nasional dibuatlah kelembagaan, seperti Partai dan pemerintahan.

"Ketika di Paramadina pun kami sebagai Rektor, saya aktif bantu kegiatan kemasyarakatan mulai dari suatu ketika di KPK ada panggilan menjadi Komite Etik, malah saya jadi Ketua Koite Etik KPK," ungkapnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Surya Paloh Diculik Pendukung Anies Baswedan, Benarkah Faktanya?

Anies pun menjelaskan bahwa keterlibatan dalam urusan publik, inharen.

"Politik bukan sebagai tempat yang terisolasi, tapi kita semua adalah bagian dari itu," cetusnya.***

Reporter Admin
Editor Desi Kris