News

Update Ledakan Petasan di Blitar: Potongan Tubuh Korban Jiwa Ditemukan, Polisi Sebut Ada 4 Orang!

Oleh: Christy Ayu Saputri Senin 20 Feb 2023, 17:32 WIB
Dua potongan tubuh diduga akibat ledakan petasan di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Blitar, Jawa Timur telah ditemukan, Senin, 20 Februari 2023.

AYOJAKARTA.COM -- Dua potongan tubuh diduga akibat ledakan petasan di Dusun Sadeng, Desa Karangbendo, Blitar, Jawa Timur telah ditemukan, Senin, 20 Februari 2023.

Bagian tubuh yang ditemukan diketahui terpental sejauh 100 meter dari TKP, sementara itu hingga kini dikabarkan ada empat orang meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.

Akibat peristiwa tersebut membuat 25 rumah dekat lokasi pun rusak parah karena ledakan yang dahsyat.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Argo Wiyono menyebutkan terjadinya ledakan itu dikarenakan sebuah bahan petasan dari pabrik peracik mercon.

Baca Juga: Update: 4 Korban Tewas Akibat Ledakan di Sadeng Blitar. Korban Merupakan 4 Keluarga

Menurut keterangan daripada warga setempat, kata dia, desa tersebut memiliki kebiasaan membuat mercon saat menjelang bulan Ramadhan.

"Dari penuturan tetangga-tetangga maupun ponakan yang berada di sebelah rumah korban memang yang bersangkutan ada kebiasaan saat menjelang bulan puasa itu untuk membuat mercon," kata Argo dalam siaran iNews TV, dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 20 Februari 2023.

Selain itu, berdasarkan penuturan-penuturan warga lainnya juga mengatakan bahwa korban tersebut dikenal oleh warga sebagai peracik petasan (mercon).

Meski begitu, hingga saat ini pihak kepolisian masih perlu memastikan dan menyelidiki penyebab terjadinya ledakan tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Ledakan Akibat Petasan di Blitar: Langit Tiba-Tiba Berwarna Merah hingga 22 Rumah Roboh

"Jadi untuk sementara kita ambil kesimpulan dari beberapa pemeriksaan saksi dari tadi malam sampai dengan pagi hari ini adalah tempat lokasi pembuatan petasan," jelasnya.

Atas peristiwa itu, AKBP Argo Wiyono pun berharap agar kejadian yang serupa tidak lagi terjadi, dan menghimbau para warga untuk tidak kembali membuat petasan sebagai suatu kebiasaan saat perayaan menjelang bulan Ramadhan.

"Diharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pembuatan atau penimbunan bahan-bahan petasan ilegal seperti ini. Sehingga tidak terjadi potensi-potensi terjadinya ledakan yang merugikan diri sendiri dan masyarakat," jelasnya.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Tedi Rukmana