AYOJAKARTA.COM– Istilah megathrust yang sedang viral menambah ilmu baru, padahal selain kegempaan dan istilah megathrust, terdapat juga istilah subduksi yang mana bagi orang awam dan bukanlah yang update dengan info gempa, hal ini cukup menjadi pertanyaan.
Beberapa juga menyebutkan megathrust dengan subduksi adalah sama, benarkah?
Dikutip dari penjelasan Daryono dalam laman resmi bpbd.jogjaprov.go.id oleh ayojakarta.com pada 19 Februari 2023, ini penjelasan sederhana dari istilah megathrust dan subduksi yang sering muncul di berita dan informasi gempa.
Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo-Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempabumi.
Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi.
Lalu, ada berapa zona subduksi di Indonesia? Ada 6, zona subduksi aktif, seperti: Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba. Kemudian Subduksi Banda, Subduksi Lempeng Laut Maluku, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Laut Filipina, dan subduksi Utara Papua.
Baca Juga: Indonesia Siap Piala Dunia 2040? Erick Thohir Bagikan Rencana sebagai Ketua PSSI Ini Daftarnya!
Lalu apakah sama dengan zona megathrust?
Istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal, berupa gempa yang dipicu secara tiba tiba akibat lempeng yang bergeser karena medan tekanan lempeng samudra yang menunjam ke bawah lempeng benua membentuk bidang kontak antar lempeng.
Jika terjadi gempa, maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting).
Apakah subduksi dan megathrust itu sama? Benar.
Zona subduksi diasumsikan sebagai “patahan naik yang besar”, yang kini populer disebut sebagai Zona Megathrust. Istilah ini sering disebut pada berbagai informasi, berita, dan konten terkait kegempaan.
Faktanya, Indonesia sebagai negara berjuluk "ring of fire," 46% panjang pantai Indonesia rentan terkena bencana, seperti gempa bumi, tsunami, hingga erupsi gunung berapi.
Maka dari itu, informasi bencana alam terkini dan terbaru tidak boleh dilewatkan untuk memaksimalkan langkah evakuasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, dan sebagai salah satu langkah mitigasi atau meminimalisir risiko terjadinya bencana dengan banyak korban jiwa.
Meskipun begitu, Daryono sebagai Bagian Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menghimbau masyarakat agar tidak panik dan cukup dengan waspada.***