News

Waspada! Aktivitas Gunung Bromo Meningkat, Badan Geologi Imbau Tak ada Aktivitas Radius 1 Km

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Senin 13 Feb 2023, 21:48 WIB
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya mengumumkan rilis terkait peningkatan aktivitas Gunung Bromo, Senin, 13 Februari 2023.

AYOJAKARTA.COM - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya mengumumkan press rilis terkait peningkatan aktivitas Gunung Bromo, Senin, 13 Februari 2023.

Dikutip dari laman geologi.esdm.go.id, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada periode 9- 12 Februari 2023 didapatkan beberapa hal terkait aktivitas Gunung Bromo yakni:

  • Bau gas belerang tercium sedang hingga kuat di bibir kawah
  • Asal kawah teramati putih tebal sedang hingga tebal dengan tinggi mencapai 300 meter.
  • Suara gemuruh dari dalam kawah terdengar sedang hingga kuat.
  • Saat cerah, dasar kawah dapat terlihat dengan titik solfatara terbesar berada di sisi baratlaut-utara dari dasar kawah.

Baca Juga: Geger! Penemuan Gunung Bawah Laut Pacitan, Seberapa Besar Bahayanya? Ini Penjelasan Ahli

Berdasarkan pengamatan pada malam hari menunjukkan sinar api masih teramati dan berasal dari dasar kawah bagian baratlaut-utara yang merupakan titik solfatara terbesar.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan akibat peningkatan aktivitas Gunung Bromo adalah adanya erupsi yang bersifat freatik ataupun magmatik. Erupsi tersebut dapat menimbulkan sebaran material erupsi berupa abu dan lontaran batu (pijar) yang dapat mencapai radius 1 km dari pusat kawah, serta potensi bahaya dari gas-gas vulkanik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan Gunung Bromo berada pada level II (Waspada) pada tanggal 13 Februari pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Kurang Lebih 600 Meter, Masyarakat Diminta Menjauhi Lokasi dengan Radius 5 Km

Beberapa rekomendasi dikeluarkan pihak terkait disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini, salah satunya adalah masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak memasuki areal kawah dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Selain itu agar selalu waspada akan terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau aktivitas Gunung Bromo melalui akun resmi atau melalui aplikasi Magma Indonesia atau pada website magma.esdm.go.id.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Tedi Rukmana