AYOJAKARTA.COM -- Kota Jayapura, Papua terus menerus mendapatkan guncangan gempa sejak awal tahun lalu.
Beberapa guncangan bahkan menyebabkan kerusakan di beberapa tempat karena berkekuatan cukup besar.
Masyarakat pun kemudian bertanya-tanya kapan gempa bumi yang terus menerus terjadi di wilayah tersebut akan berakhir.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan dalam cuitannya di Twitter @DaryonoBMKG, sebut bahwa fenomena guncangan terus menerus di wilayah Kota Jayapura adalah black swan earthquake yang merupakan fenomena langka.
"Secara pribadi menurut saya, fenomena Gempa Jayapura tmsk “Black Swan Earthquakes” : Belum terpetakan dengan detil sumbernya, di luar prediksi para ahli, berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, peristiwa gempa yang langka - jarang terjadi," cuit Daryono melalui akun Twitter-nya, dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 13 Februari 2023.
Lebih lanjut Daryono mengatakan dalam cuitannya bahwa gempa yang mengguncang wilayah Jayapura tersebut tidak terprediksikan oleh oleh ahli karena belum terpetakan sumber gempanya dengan detail.
Selain itu Daryono menjelaskan bahwa fenomena gempa yang terus menerus terjadi di Jayapura pernah terjadi di wilayah lainnya yakni Ambon pada September 2019.
"Kemiripan tipe aktivitas Gempa Ambon Sept 2019 (M6,5) dan Gempa Jayapura Januari 2023 (M5,4): Aktivitas gempanya sangat banyak, bersifat merusak, fenomena yang termasuk langka, tidak terprediksi para ahli, belum terpetakan sumber gempanya dengan detail," cuit Daryono.
Guncangan gempa terbesar terjadi dengan skala magnitudo 6,5 kemudian diikuti dengan gempa susulan sebanyak 2.601 gempa dengan 292 gempa dirasakan oleh warga.
Rentetan gempa tersebut kemudian berakhir pada awal tahun 2020.
Baca Juga: Belum Terpetakan dan Langka Terjadi, BMKG Sebut Gempa Jayapura Black Swan Earthquake
"Gempa Jayapura pasti akan selesai, itu earthquake sequence, multi fault aktif & triggered off fault seismicity, pernah tjd di Ambon-Haruku akhir 2019 sebanyak 2500 lebih gempa terjadi, meneror & bbrp bulan kemudian selesai karena akumulasi stressnya sudah release semua, selesai kemudian aman," tulis Daryono.
Namun, wilayah Ambon tidak hanya diguncang rentetan gempa pada tahun 2019 hingga 2020, pada tahun 2018 pernah terjadi hingga 3500 gempa tepatnya pada wilayah Ambon-Haruku.
"Tidak abadi kak, akan selesai, itu earthquake sequence, multi fault aktif dan off fault seismicity, pernah terjadi di Ambon-Haruku akhir 2018 sebanyak 3500 lebih gempa terjadi, meneror dan beberapa bulan kemudian selesai karena akumulasi tegangan/stressnya sdh release semua, selesai kemudian aman," tulis Daryono.
Baca Juga: UPDATE! Daryono BMKG Sebut Fenomena Gempa Jayapura Termasuk dalam ‘Black Swan Eartquakes’, Apa Itu?
Dari data yang diberikan oleh Daryono, mulai tanggal 2 Januari 2023 hingga 13 Februari 2023, sebanyak 1.181 gempa telah terjadi pada Kota Jayapura dengan 176 gempa yang dirasakan.***