AYOJAKARTA.COM –- Sejak awal tahun 2023 wilayah Jayapura, Papua tercatat sering dilanda gempa bumi.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono mengungkapkan bahwa fenomena gempa bumi di wilayah Jayapura termasuk dalam Black Swan Earthquakes.
Maksud dari Black Swan Earthquakes yakni gempa bumi yang belum terpetakan dengan detail sumbernya.
Gempa bumi Jayapura juga diluar prediksi para ahli dimana berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, juga termasuk peristiwa gempa yang langka dan jarang terjadi.
“Secara pribadi menurut saya, fenomena Gempa Jayapura termasuk Black Swan Earthquakes,” kata Daryono dikutip AyoJakarta melalui Instagram @daryonobmkg, Senin (13/2/2023).
“Belum terpetakan dengan detail sumbernya, di luar prediksi para ahli, berdampak merusak dan membuat cemas masyarakat, peristiwa gempa yang langka – jarang terjadi,” imbuhnya.
Gempa Jayapura, Papua terekam dalam data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal tahun baik itu gempa bumi yang dirasakan maupun gempa bumi yang terasa bahkan berakibat merusak.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, gempa merusak di Jayapura, Papua tercatat sudah dua kali, pertama pada tanggal 2 Februari 2023 dan belum lama ini tanggal 9 Februari 2023.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, sejak 2 Januari 2023 hingga Kamis, 9 Februari 2023 pukul 14:25 WIB telah terjadi gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura.
Yakni sebanyak 1.079 kali dengan 132 kali kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat.
BMKG mengungkapkan bahwa penyebab gempa di Jayapura dari awal tahun hingga pada tanggal 9 Februari 2023 akibat adanya sesar aktif yang melintasi wilayah Jayapura.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya sesar aktif,” kata Kepala BMKG Dwikorita dalam jumpa pers (9/2), dikutip AyoJakarta.com melalui Instagram @infobmkg.
“Hasil analisis mekanis sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser,” imbuhnya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono juga menambahkan bahwa penyebab seringnya terjadi gempa bumi di wilayah Jayapura tahun 2023 ini karena Jayapura merupakan Kawasan seismik dan kompleks.
Bukan itu saja, hal tersebut juga menunjukkan batuan di wilayah tersebut rapuh dan mudah terjadi gempa bumi.
Daryono juga menuturkan bahwa wilayah Jayapura perlu juga memperhatikan bangunan yang tahan gempa. Walaupun gempa tidak membunuh ataupun melukai.
Akan tetapi akibat yang dihasilkan oleh gempa bumi ini yang bisa menyebabkan bangunan roboh yang dapat melukai masyarakat bahkan bisa menyebabkan kematian.
Maka dari itu diperlukan struktur bangunan yang kuat bagi yang tinggal di wilayah Jayapura, Papua.
BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.***(Sulistiyaningsih)