AYOJAKARTA.COM – Wacana kenaikan biaya haji telah membuat keresahan publik.
Publik pun bertanya-tanya bagaimana bisa kenaikan biaya haji capai nominal fantastis.
Sebagian besar masyarakat merasa ada yang janggal dengan rencana kenaikan biaya haji yang diusulkan oleh Kementerian Agama beberapa waktu lalu.
Ternyata hal tersebut juga dirasakan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, hingga dirinya memutuskan untuk ikut bersuara.
Abdul menyebutkan dalam rincian biaya haji ada beberapa poin yang menurut dirinya seperti tidak masuk akal. Salah satunya adalah anggaran gelang haji.
Secara gamblang, Abdul Wachid menyebutkan bahwa gelang haji merupakan produk buatan tempat lahirnya, Jepara, Jawa Tengah
Abdul Wachid menjelaskan bahwa asal-usul pembuatan gelang haji ini adalah karena sebelumnya ada jemaah yang menjadi korban kebakaran mina dan identitasnya tidak diketahui.
Baca Juga: Update! 6 Fakta Terkini Jelang Persiapan Sidang Vonis Ferdy Sambo Cs, Sudah Tahu?
Karena peristiwa tersebut pemerintah memutuskan untuk membuat gelang haji sebagai upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dulu ini yang buat itu, ketua Yayasan saya, Sultan Agung di Jepara. Dikasih proyek oleh Kementerian agama pada waktu itu ya, sekarang sudah kemana-mana. Harga disini saya lihat pak Dirjen membantah ucapan saya di sosial media. Ini Rp 30.000 sama grafir nya Rp.5000,”ujar Abdul Wachid dikutip Ayojakarta.com dari akun tiktok @asrillemkarsbg pada (11/2/23)
Diakuinya bahwa gelang tersebut pertama kali dibuat oleh ketua yayasannya, Sultan Agung yang saat itu mendapat proyek untuk membuat gelang haji.
Abdul Wachid menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang ia peroleh langsung dari produsen harga gelang haji hanya sebesar Rp. 5000. Namun, dalam anggaran yang dibuat oleh Kementerian Agama yakni sebesar Rp. 30.000.
Produsen tersebut diminta membuat gelang untuk Jemaah haji sebanyak 221.000 buah. Jika dikalkulasi biaya yang dikeluarkan untuk membuat gelang hanya sekitar Rp. 1 Miliar. Namun, faktanya biaya yang dianggarkan oleh Kementerian Agama sebesar Rp. 7 Miliar
Sungguh tidak masuk akal biaya yang dianggarkan oleh Kementerian Agama. Hal ini tentunya menuai berbagai komentar publik
“Kpk kok gak ada kabarnya ya,”
“Usut dana haji,””
“dana haji buat persiapan pilpres 2024,”
“pantas saja biaya naik haji mahal bahkan diusulkan SD 69 juta,”
“@official kpk ini komponen nilai kecil aja di mark up luar biasa apalagi yang besar. Org kemenag byk bermain. Tlg telusuri terutama dirjen haji dll.***