AYOJAKARTA.COM - Guncangan gempa di tanah Papua begitu masiv sejak awal tahun 2023 lalu.
Masyarakat di Kota Jayapura pun sempat dikejutkan dengan guncang dengan gempa bumi merusak pertama dengan kekuatan M 4,9 pada Januari lalu.
Namun pada Februari ini sebuah gempa bumi merusak M 4,7 kembali terjadi pada 8 Februari 2023 pukul 18:35:35 WIB pada titik episenter 2.50 LS-140.71 BT tepatnya 4 km barat laut Kota Jayapura Papua pada kedalaman 10 Km.
Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG kemudian menyampaikan informasi pada akun Twitternya (9/2/2023) bahwa selama hari Rabu 8 Februari 2023 terjadi gempa bumi sebanyak 57 kali pada Kota Jayapura.
"Hasil monitoring BMKG selama hari Rabu 8 Feb. 2023 Kota Jayapura diguncang gempa sebanyak 57 kali," tulis Daryono pada akun Twitternya.
Beberapa sesar aktif berada di sekitar lokasi guncangan antara lain sempat diinformasikan pada awal Januari lalu yakni sesar Mamberamo Mawe, Mamberamo Djanggur dan New Guinea Trench NGT, namun berdasarkan penjelasan dari Daryono ada beberapa sesar aktif yang belum diketahui namanya berada di lepas pantai Jayapura.
Baca Juga: Terkuak! Beginilah Cara Kerja Patahan Geser yang Jadi Penyebab Gempa Dahsyat Turki Kekuatan M7,8
Dikutip AyoJakarta.com (9/2/2023) dari sebuah Riset Sesar Aktif Indonesia dan Peranannya Dalam Mitigasi Bencana Gempa Dan Tsunami yang diterbitkan oleh LIPI Juli 2021, potensi bahaya gempa pada Papua dua kali lebih tinggi dibandingkan sesar aktif di Sumatera.
Namun penelitian dan data sesar aktif mengenai aktivitas kegempaan di Papua sangat sedikit.
Riset mengatakan bahwa tektonik Papua didominasi oleh proses konvergensi miring dengan sudut ~60º dari Lempeng Pasifik terhadap Pulau Papua sehingga ada partisi vektor tektonik, yaitu menjadi pemendekan (shortening) dan pergerakan lateral mengiri.
Baca Juga: Gempa Turki: Lebih 12 Ribu Orang Korban Tewas, 2 WNI Meninggal Termasuk Bocah 1 Tahun
Pemendekan tektonik diakomodasi oleh zona sesar anjak di Palung New Guinea dan Manokwari, zona sesar anjak-lipatan Mamberamo, dan zona sesar anjak-lipatan Papua, selain itu deformasi gaya lateral diakomodasi sesar Yapen-Sorong dan sesar Tarera Aiduna.
Salah satu sesar tersebut bahkan pernah menyebabkan gempa pada wilayah Kaimana, Papua Barat 3 Januari 2023 dengan kekuatan yang cukup besar M 5,0 yaitu sesar Tarera Aiduna.
Dikutip AyoJakarta.com (9/2/2023) dari Buletin Gempa Bumi dan Tsunami 2017 yang dikeluarkan oleh BMKG stasiun geofisika Angkasapura Jayapura, sesar Tarera-Aiduna merupakan sesar mendatar dari arah barat ke timur yang memanjang hingga 130 km.
Sesar Tarera Aiduna ini merupakan sambungan dari pegunungan tengah Papua dan sabuk lipatan Papua yang berada di bagian barat.
Pegunungan Tengah Papua yang memanjang ke timur hingga PNG (Papua New Guinea) atau 1300 km dengan lebar mencapai 100-150 km, dengan puncak Pegunungan Tengah mencapai 4000 m.***