News

Pekerja Migran Indonesia Tewas setelah Ditembak di Perairan Malaysia, Hubungan Diplomatik Terancam Binasa?

Oleh: Karseno AJ Selasa 28 Jan 2025, 21:08 WIB
Insiden penembakan terhadap lima orang pekerja migran Indonesia di Malaysia, mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

AYOJAKARTA.COM -- Insiden penembakan terhadap lima orang pekerja migran Indonesia di Malaysia, mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Selain karena telah menewaskan satu orang, empat pekerja migran Indonesia lainnya juga diketahui mengalami sejumlah luka.

Sehubungan dengan adanya insiden penembakan terhadap pekerja migran Indonesia tersebut, Kepala BP3MI Riau memberikan pernyataan.

Baca Juga: Anies Baswedan ke Malaysia, Ngobrol dengan Pekerja Migran Indonesia dan Bahas Lapangan Pekerjaan

Menurut Funny Wahyu Kurniawan, dalam insiden penembakan tersebut terdapat lima orang korban dan satu diantaranya dinyatakan tewas.

Kendati demikian, hingga saat ini Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia masih terus melakukan pendalaman terkait insiden penembakan tersebut.

“Terjadi aksi yang tidak manusiawi oleh teman-teman APMM, tapi secara kronologis kita masih belum tahu,” ungkap Funny.

Lebih lanjut Funny menyebut, WNI korban penembakan di Malaysia merupakan warga Riau dengan inisial B.

Baca Juga: Hadiri Acara Silaturahmi Bersama Relawan di Malaysia, Anies Baswedan Ungkap Harapan Terbesar Pekerja Migran

Akibat penembakan, tiga WNI korban luka saat ini dirawat di Rumah Sakit Sultan Idris Shah sementara satu lainnya di RS Tengku Ampuan Rahimah bersama jenazah korban lainnya.

Sebelumnya Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia atau APMM dikabarkan melakukan penembakan terhadap kelima WNI di perairan Tanjung Ru, Malaysia pada 24 Januari 2025.

Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah Indonesia juga telah mendesak agar upaya pengungkapan insiden dilakukan secara transparan.

Baca Juga: Peran Kementerian BUMN dalam Melindungi Hak dan Keamanan Pekerja Migran

Terkait dengan insiden penembakan tersebut, Oleh Soleh selaku Anggota Komisi I DPR mengaku masih belum memperoleh informasi yang benar-benar orisinil.

“Kami belum memperoleh informasi yang orisinil, terutama dari Kementerian Luar Negeri,” ungkap Soleh.

Penembakan terhadap pekerja migran Indonesia, menurut Soleh sangat disayangkan karena terjadi dalam kondisi hubungan diplomasi RI-Malaysia yang mesra.

Masih adanya sejumlah narasi berbeda terkait penyebab insiden penembakan, menurut Soleh membuat pemerintah Indonesia perlu lebih bersabar menempuh jalur diplomasi.

Baca Juga: Naik 6,5 Persen, UMP DKI Jakarta Rp5.396.761 Masih di Bawah Tuntutan Serikat Pekerja, Akankah Ada Kenaikan UMR 2025?

“Karena ada dua informasi berbeda, kita perlu menjaga orisinalitas, caranya dengan membuat tim investigasi agar tidak membuat panas hubungan kedua negara,” imbuhnya.

Menyikapi upaya diplomatik yang dilakukan oleh pemerintah, Hikmahanto Juwana selaku Pakar Hukum Internasional memberi tanggapan.

Menurut Hikma, langkah penanganan hukum yang dilakukan pemerintah melalui cara diplomasi sudah terbilang tepat.

Selain karena peristiwa penembakan terjadi di wilayah yuridiksi Malaysia, akar persoalan juga masih belum sepenuhnya diketahui.

Baca Juga: Pekerja Baru Bahagia! Gaji Langsung Tinggi, UMP Jakarta 2025 Naik 6,5 Persen

Mengacu pada kabar yang diperoleh media, Hikma menyebut alasan insiden penembakan terhadap WNI terjadi setelah adanya aksi perlawanan saat terjadi penangkapan.

Karena masih belum sepenuhnya diketahui, Hikmah menilai untuk melakukan sebuah keputusan seorang harus mengetahui fakta-fakta.

“Harus memunculkan fakta-fakta dulu baru bisa mengambil putusan,” jelasnya.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil