News

Turki Berduka! Hadapi Gempa Terburuk Sejak 1939, Beginilah Nasib Mahasiswa Indonesia yang Berada di Sana

Oleh: Awit Wiarni Selasa 07 Feb 2023, 16:09 WIB
Hadapi Gempa Terburuk Sejak 1939, Beginilah Nasib Mahasiswa Indonesia yang Berada di Sana

AYOJAKARTA.COM--Dua kali gempa dahsyat mengguncang Turki dengan kekuatan hampir 8 Magnitudo pada Senin (6/2/2023).

Menurut data dari AFAD, gempa pertama yang terjadi di Turki berkekuatan M 7,4 dan gempa kedua berkekuatan M 7,6 yang berakibat juga pada Suriah.

Rumah-rumah dan gedung bertingkat roboh karena besarnya kekuatan gempa Turki yang terjadi dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (7/2/2023) jumlah korban gempa Turki mencapai 1.600 jiwa yang berasal Turki dan Suriah, ini merupakan data yang didapat hingga pukul 19.00 WIB pada 6 Febuari 2023.

Baca Juga: Update Terbaru! Hasil Analisis Gempa Turki oleh BMKG: Jalur Patahan 300 KM Lebih, Gempa Terbesar dalam Sejarah

Menurut USGS, jika dilihat dari kekuatan gempa yang terjadi maka diperkirakan korban jiwa sedikitnya adalah 10.000 orang.

Presiden Turki bahkan menyebut ini merupakan gempa yang terburuk setelah gempa pada tahun 1939 yang mengakibatkan sekitar 33.000 orang meninggal dunia.

Salah satu mahasiswa Indonesia yang berada di Turki, Shafiq Rizkulloh mengabarkan bahwa dirinya sedang berada dalam pengungsian.

Shafiq sudah berada di Turki selama kurang lebih 1,5 tahun untuk mengenyam pendidikan. Ia dan mahasiswa Indonesia lain yang lebih senior mengakui bahwa ini merupakan gempa yang paling parah yang pernah dirasakan di Turki.

Baca Juga: Gempa 7,8 SR Melanda Turki, Getaran Dirasakan ke Berbagai Negara dan Banyak Korban Tertimpa Runtuhan Gedung

Gempa yang terjadi tidak hanya dua kali saja namun gempa terus menerus terjadi dengan intens dari pagi hari.

Karena intensitas gempa yang cukup tinggi maka warga Turki memutuskan untuk meninggalkan rumahnya, sebagian menuju ke luar kota, sebagian lagi menuju ke tempat pengungsian yang lebih aman.

“Siang hari saya berada di rumah teman saya yang waktu itu kita sedang beristirahat sekitar jam 1 siang itu kita sama-sama berada di dalam rumah dan itu guncangan sangat-sangat dahsyat bahkan sangat sulit untuk akhirnya bisa berjalan keluar dari pintu,” kata Shafiq.

Baca Juga: Gempa Bumi Turki Sesuai Prediksi Frank Hoogerbeets, Guncangan Terjadi di Wilayah Ini

Shafiq dan mahasiswa Indonesia lainnya mengaku masih merasakan takut dan khawatir akibat bencana alam ini.

Namun baik pemerintah Turki maupun pemerintah Indonesia memberikan respon yang cepat untuk meminimalisir korban dan kerugian akibat gempa.

Pemerintah Turki dengan sigap telah menurunkan tim rescue dan tim medis di sejumlah titik yang terdampak.

Sedangkan pemerintah Indonesia juga dinilai cepat memberikan respon terutama kepada mahasiwa Indonesia dan orang-orang Indonesia yang bekerja di Turki.

“Alhamdulillah untuk pemberi respon, pemerintah Turki maupun pemerintah Indonesia sangat cepat dan juga pemerintah Turki dan Indonesia berkolaborasi untuk bisa bagaimana meminimalisir efek, dampak gempa,” kata Shafiq.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Kiki Dian Sunarwati