News

Elektabilitas Ganjar Ungguli Anies dan Kamil, Akankah Pemimpin dengan Rambut Putih Maju jadi Calon Presiden?

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Senin 06 Feb 2023, 09:02 WIB
Elektabilitas Ganjar Ungguli Anies dan Kamil, Akankah Pemimpin dengan Rambut Putih Maju jadi Calon Presiden?

AYOJAKARTA.COM - Ramai soal pilpres sudah terasa sejak tahun ini meskipun kontestasi politik tersebut akan diselenggarakan tahun depan.

Beberapa nama pun sempat muncul dari berbagai lembaga survei sebagai kandidat calon presiden dengan elektabilitas tinggi misalnya Prabowo, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.

Namun jauh sebelum ramai pembicaraan mengenai bakal calon Presiden, beberapa waktu yang lalu nama Ganjar Pranowo sempat muncul karena ucapan Presiden Jokowi soal pemimpin dengan rambut putih.

Baca Juga: Hasil Survei SMRC: Jika Pilpres Dilakukan di 2022, Ganjar Pranowo Jadi Presiden Terfavorit

Dikutip AyoJakarta.com dari kaman Republika dengan judul artikel "Survei Capres 2024: Elektabilitas Ganjar Ungguli Anies dan Kamil", nama Ganjar Pranowo bahkan mengungguli Anies Baswedan dan Ridwan Kamil dalam sebuah survei elektabilitas.

Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas calon presiden (capres) 2024 dengan 37,7 persen, diikuti Gubernur DKI periode 2017-2022 Anies Rasyid Baswedan dengan 23,7 persen, serta Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil di posisi ketiga dengan 14,5 persen.

Tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo merupakan bukti bahwa adanya personalisasi politik dibandingkan dengan elektabilitas partai yang lemah serta rendahnya kepercayaan publik terhadap partai. 

Baca Juga: Sikap Asli Ganjar Pranowo Dikuliti Warganet Saat Tangani Dugaan Lembur Tak Dibayar: Yang Gini Mau Nyapres?

"Tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo (37.7 persen) yang jauh melebihi angka elektabilitas partainya sendiri (PDI-P dengan 17.5 persen) menunjukkan sebenarnya masih ada di Indonesia personalisasi politik, lemahnya partai serta rendahnya kepercayaan publik terhadap partai," kata Project Manager UniTrend, Ignatius Ardhana Reswara.

Sedangkan menurut Ignatius Ardhana, responden yang menjawab tidak tahu ada 0,7 persen, hal inilah yang membedakan secara signifikan dengan hasil survei yang menanyakan partai mana yang akan dipilih responden.

"Ketika dibandingkan dengan partai politik, yang menjawab tidak tahu sebanyak 17,5 persen, ini sangat jauh sekali ketika kita bandingkan," ujar Ignatius.

Baca Juga: Mengejutkan! Megawati Soekarnoputri Resmi Usung Ganjar Pranowo-Gibran Maju Pilpres 2024, Benarkah?

Personalisasi politik ini tidak hanya terjadi pada Ganjar Pranowo tetapi juga pada Anies Baswedan saat ia diusung Partai Nasdem sebagai calon Presiden 2024.

Saat itu elektabilitas partai Nasdem hanya sebesar 6,7 persen jauh lebih rendah daripada Anies Baswedan.

Hal ini karena sebelumnya mayoritas responden masih memilih PDIP sebagai partai yang akan mereka pilih pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Kalahkan Puan Maharani untuk Berikan Efek Ekor Jas ke PDIP Jika Jadi Capres

"Dari hasil survei yang kami lakukan, publik masih memilih PDIP sebagai partai yang berada di posisi teratas dengan 17,5 persen," kata Ardhana. Diikuti Partai Gerindra (13,4 persen), PKS (11,6 persen), dan Demokrat (9,1 persen).

Sementara itu kubu yang telah ramai membuat koalisi yaitu KIB (Koalisi Indonesia Bersatu), yang terdiri atas Golkar, PPP, PAN masing masing dipilih oleh 7,5 persen, 2,3 persen, dan 2,1 persen partisipan survei dengan total sejumlah 11,9 persen akan menempati posisi ke empat.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris