AYOJAKARTA.COM - Sandiaga Uno selaku Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra mengungkap hal mengejutkan yang terjadi antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dilansir AyoJakarta.com dari artikel suara.com berjudul "Perjanjian Politik dengan Prabowo Dibongkar Sandiaga, Analis: Kalau Benar, Anies Bakal Dicap Kacang Lupa Kulitnya", Sandiaga Uno mengatakan bahwa ada perjanjian politik tertulis antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Perjanjian tersebut ternyata berhubungan dengan pemilihan presiden dan Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Anies Baswedan Sumringah! Atas Dukungan PKS dan Demokrat, Visinya Akan Menjadi Kenyataan
Namun, Sandiaga Uno tidak mengatakannya secara gamblang.
Ia hanya menyebut bahwa perjanjian politik itu berkaitan dengan masa depan bangsa Indonesia.
Perjanjian tertulis itu, kata Sandiaga Uno yang juga merupakan Menparekraf, dibuat pada September 2016 lalu.
Baca Juga: Soal Cawapres Anies Baswedan, PKS Memilih Legowo karena Hal Ini
Bahkan, perjanjian tersebut juga ditandatangani di atas materai.
"Jadi perjanjian itu perjanjian yang menurut saya memikirkan kepentingan bangsa dan negara, kepentingan saat itu kita mencalonkan, kepentingan apa yang pak Prabowo harapkan kepada kita berdua dan poinnya," tutur Sandiaga Uno.
Lebih lanjut, Sandiaga Uno menegaskan perjanjian politik tertulis tersebut terkait dengan Pilgub DKI Jakarta 2017 di mana dirinya bersama Anies maju sebagai kandidat.
Baca Juga: Menuju Pilpres 2024, Sosok Cawapres Anies Baswedan Bisa Ketahuan Saat Hal Ini Terjadi
Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini masih memegang teguh perjanjian tertulis itu.
Analis buka suara
Pernyataan Sandi tersebut rupanya menarik perhatian Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam.
Dalam paparannya, Arif Nurul Iman menilai bahwa perjanjian itu memang benar, berarti Anies dianggap telah mengingkari janji.
"Jika itu memang ada perjanjian maka Anies Baswedan bisa disebut ingkar janji pada Prabowo atau kacang lupa kulitnya, " kata Arif.
Arif juga menyingguh bahwa Anies saat ini seakan lupa bahwa Prabowo adalah promotornya dalam Pilgub DKI.
"Mungkin bisa dikatakan Anies lupa bahwa Prabowo orang yang telah menjadi promotornya dalam Pilgub DKI yang berjasa besar mengantarkan menjadi Gubernur," lanjutnya.
Di sisi lain, Arif mengatakan bahwa Anies harus hat-hati dengan adanya perjanjian itu.
Bisa saja, menurut Arif, hal ini akan berdampak pada pandangan negatif masyarakat.
"Ini tentu akan menimbulkan persepsi negatif bahwa Anies adalah orang yang ambisius mengejar kekuasaan," tutup Arif.
Baca Juga: Jelang Pencalonan Bakal Pilpres 2024, Pengamat Sebut Jalan Anies Baswedan Bakal di Jegal, Kok Bisa?
Seperti diketahui, saat ini Anies Baswedan tengah disibukan dengan kegiatannya persiapan menjelang Pilpres 2024.
Secara resmi Anies diangkat menjadi Capres 2024 oleh Partai NasDem yang berkoalisi dengan Demokrat dan PKS.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mulai melakukan safari politik ke beberapa daerah yang tentunya merupakan salah satu upaya mencari dukungan kepada masyarakat untuk Pilpres 2024 mendatang.***