News

Pakar Ekspresi Soroti Permohonan Maaf Richard Eliezer: Ada Makna Tersembunyi di Balik Suara Gemetar

Oleh: Jasmi Anes Jumat 27 Jan 2023, 09:08 WIB
Pakar Ekspresi Soroti Permohonan Maaf Richard Eliezer: Ada Makna Tersembunyi di Balik Suara Gemetar

AYOJAKARTA.COM - Richard Eliezer pada Rabu (25/1/2023) membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam persidangan.

Dengan suara gemetar, Richard Eliezer membacakan permohonan maaf yang ia sampaikan kepada keluarganya.

Monica Kumalasari, pakar ekspresi menangkap ada makna tersembunyi di balik suara gemetar dalam pembacaan pleidoi Richard Eliezer.

Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro Tv pada Jumat (27/1/2023), Monica Kumalasari menyaksikan cuplikan video pembacaan pleidoi Richard Eliezer. 

Baca Juga: 3 Permintaan Ferdy Sambo dalam Pledoi, Minta Bebas hingga Nama Baik Dipulihkan, Sungguh Tak Masuk Akal!

Sesuai dengan keahliannya, Monica Kumalasari diminta untuk mengomentari ekspresi yang ditampilkan oleh Richard Eliezer pada pembacaan pleidoi.

Pakar ekspresi menangkap suara gemetar dari Richard Eliezer, terutama pada saat kalimat permohonan maafnya.

Menurut pengamatan Monica Kumalasari, suara gemetar pembacaan pleidoi Richard Eliezer ini mengandung isak tangis.

"Bahkan kalau suara kali ini saya mengamati ada isak, isak tangis bukan hanya gemetar. Terutama isak tangis ini terdengar pada saat menyatakan permohonan maaf", ungkap Monica Kumalasari.

Baca Juga: Berdalih soal Beras yang Mubazir, Putri Candrawathi Minta Jaksa Lepas Garis Polisi di Rumah Dinas Duren Tiga

Ia mengungkapkan pembacaan pleidoi Richard Eliezer ini sudah sangat komplit.

Mulai dari permohonan maaf sampai dengan kondisi kebatinan Richard Eliezer.

"Kondisi kebatinan Eliezer ini, saya melihat ada keikhlasan yang sama seperti statementnya," sambung Monica Kumalasari.

Baca Juga: Waduh! Masih Sempat Kepikiran Beras di Dapur, Putri Candrawathi Minta Jaksa Lakukan Ini pada Rumah Duren Tiga

Apa yang dikatakan Richard Eliezer ini selaras dengan ekspresi yang seharusnya.

Suara gemetar saat menyampaikan seperti ada isak tangis sehingga muncul perasaan sedih atau emosi yang lain, hal ini dianggap selaras oleh pakar ekspresi.

"Jadi apa yang dirasakan terekspresikan", ujar Monica Kumalasari.

Diketahui nota pembelaan Richard Eliezer tersebut dibuat dengan tulisan tangannya sendiri.***

Reporter Jasmi Anes
Editor Fathul Amanah