AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi baru saja mengguncang kota Malang.
Gempa yang menggoyang Malang ini diketahui berkekuatan M5,1.
Gempa di Malang terjadi pada hari ini Selasa (17/1/2023) pada pukul 11:36:12 WIB.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Kabupaten Malang Jawa Timur
Melansir dari akun Twitter @infoBMKG, disebutkan sebuah postingan seperti berikut:
#Gempa Mag:5.1, 17-Jan-23 11:36:12 WIB, Lok:9.26 LS,112.49 BT (125 km BaratDaya KAB-MALANG-JATIM), Kedlmn:17 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG
Yang mana lokasi gempa terjadi pada 9.26 Lintang Selatan, 112.49 Bujur Timur atau 125 km Barat Daya Kabupaten Malang.
Baca Juga: Gempa Bumi 5,0 Magnitudo Guncang Bogor, Bukan Akibat Pergerakan Megathrust Melainkan Hal Ini
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi intraslab kedalaman menengah.
Hal itu terjadi akibat deformasi pada batuan dalam Lempeng Samudera Indo-Australia.
Menurut rilis dari BMKG, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).
Hingga pukul 12.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).
Namun usai postingan dari akun Twitter BMKG dimuat, warganet langsung membanjiri kolom komentar.
Tidak sedikit yang mengaku merasakan getaran dari gempa bumi di Malang hari ini.
Baca Juga: Info Gempa Terkini Selasa 17 Januari 2023: Gempa Susulan Cianjur, Jayapura hingga Maluku Utara
"Kan kan.. Beneran gempa ternyata barusan," ujar @Cindy Lodic.
"Traumaa, dulu gempa gede di Malang juga pas lagi di sekolah, plafon sekolah sampe ambruk. Sekarang gempa lagi ya di sekolah," balas @potterbearss.
"Tuhkan bener kasur goyang goyang ga halu berarti aku," kata @menarakmak.
"Mau turun jauh yaudah diem aja di meja nikmatin goyangannya," imbuh @sinatra.
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada jika terjadi gempa susulan.
Serta tetap tenang dan jangan panik agar tidak terpengaruh terharap pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selalu pantau laman resmi BMKG agar mendapatkan informasi yang benar.***