AYOJAKARTA.COM - Nur Riska Fitri Aningsih, seorang mahasiswa asal Purbalingga tengah ramai diperbincangkan publik.
Nur Riska Fitri Aningsih merupakan seorang gadis yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana.
Namun meski begitu, Nur Riska Fitri Aningsih memiliki mimpi yang tinggi untuk bisa menjadi sarjana agar bisa mengangkat derajat keluarganya.
Akan tetapi Nur Riska Fitri Aningsih harus menyerah pada cita-citanya tersebut, pasalnya ia diketahui meninggal dunia lantaran penyakit hipertensi yang dideritanya.
Kisah pilu almarhum Nur Riska yang tengah berjuang untuk menjadi sarjana tersebut kemudian viral diberbagai media sosial.
Salah satunya dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @undercover.id pada (14/1/23), diketahui Nur Riska mengalami kesulitan perihal biaya perkuliahannya.
Hal itulah yang disinyalir membuat Nur Riska setres dan berujung pada sakit hipertensi hingga akhirnya membuat ia meninggal dunia.
Nur Riska diketahui tidak bisa membayar (Uang Kuliah Tunggal) tiap semester di kampusnya sebesar Rp3 juta.
Kondisi Nur Riska tersebut dibeberkan oleh teman sekampus sekaligus kakak tingkat yang bernama Rachmad Ganta Semendawai melalui akun twitternya @rgantas.
“Selama kuliah dia terkendala dan tidak bisa membayar UKT,” ujar Ganta saat dikutip AyoJakarta.com dari Instagram @undercover.id pada (14/1/23).
Ganta juga mengungkap jika Nur Riska sudah berupaya untuk meminta keringanan UKT dengan menginformasikan kondisi keluarganya.
Namun langkah Nur Riska tersebut selalu mengalami kendala dan bahkan gagal karena rumitnya birokrasi untuk mengurus keirnganan UKT tersebut.
Akan tetapi Nur Riska tak menyerah dan terus berupaya mengurus keringana UKT tersebut hingga pada semester 2 permohonannya direspon oleh pihak kampus UNY tempatnya berkuliah.
“Riska baru bisa minta keringanan setelah semester dua,” ujar Ganta.
Diinformasikan jika Nur Riska berhasil mendapat keringanan UKT sebesar Rp600 ribu dari total UKT yang seharusnya.
Baca Juga: Indra Bekti Dikabarkan Meninggal Dunia, Tangis Aldilla Jelita Pecah, Bagaimana Faktanya?
Namun terbenturnya biaya untuk membayar UKT terus dialami Riska hingga semester tiga, sampai ia pun sering tak masuk kuliah karena harus bekerja paruh waktu.
Meninggalnya Nur Riska ini kemudian sangat disayangkan oleh banyak pihak, apalagi tak banyak yang mengetahui bahwa Riska mengalami masalah yang begitu besar mengenai biaya kuliahnya yang disinyalir menjadi penyebab penyakit hipertensinya tersebut.***