AYOJAKARTA.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami ratusan kali erupsi dalam waktu lima hari sejak Sabtu (7/1/2023) hingga Rabu (11/1/2023).
Namun, Gunung Marapi kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik dari atas puncak, pada Kamis 12 Januari 2023, pukul 18:24 WIB.
Berdasarkan analisa PVMBG, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4,8 milimeter dan durasi 70 detik.
Baca Juga: Gunung Marapi dan Gunung Kerinci Erupsi Hari Ini (11 Januari): Asap Bisa Ganggu Penerbangan
"Terjadi #erupsi G. Marapi pada hari Kamis, 12 Januari 2023, pukul 18:24 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.8 mm dan durasi 70 detik. #PVMBG @id_magma, " tulis akun Twitter @PVMBG yang dikutip AyoJakarta.com, kamis (12/1/2023).
Sementara itu BPBD Sumbar terus memantau aktivitas lokasi Gunung Marapi tersebut.
Pasalnya Jorong Batang silasiah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam merupakan desa terakhir yang sangat dekat dengan puncak Marapi.
Kawasan ini juga sangat rawan karena terlalu dekat dengan kawah Gunung Marapi.
Saat ini, status Gunung Marapi berada pada level II atau Waspada. Masyarakat disekitar Gunung Api Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung Api Marapi pada radius 3 Km dari kawah/puncak.
"Untuk aktivitas masyarakat disekitar masih dalam kondisi normal," kata Bambang Warsito, Kepala BPBD Agam, yang dikutip di Youtube tvOneNews, Kamis (12/1/2023).
Selanjutnya ada 5 kecamatan yang akan terkena dampak erupsi merapi di Kabupaten Agam dengan jumlah penduduk 173 ribu jiwa. ***