AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Brigadir Yosua telah mengungkap banyak polemik yang terjadi di sarang organisasi Ferdy Sambo.
Usai kasus pembunuhan ini menjadi sorotan publik, muncul dugaan adanya sarang judi online yang digaungkan Sambo dengan kelompoknya yang disebut konsorsium 303.
Muncul spekulasi bahwa pembunuhan yang menimpa Brigadir Yosua ini akibat terkuaknya identitas Yosua sebagai intel. Benarkah dugaan tersebut?
Baca Juga: 15 Link Download Twibbon Tahun Baru Imlek 2023 Gratis! Meriahkan Tahun Kelinci Air di Media Sosial
Hingga saat ini pun, motif pembunuhan Yosua masih belum terungkap dan skenario yang dibangun Sambo ke publik adalah pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.
Sebelumnya, pada pertengahan kasus ini bergulir, PPATK merilis informasi penting yang berkaitan dengan aktivitas judi online yang menyebabkan pelarian uang ke luar negeri hingga ratusan triliun setiap tahunnya.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat transaksi judi online mencapai Rp155 Triliun yang berasal dari 121 juta transaksi.
Baca Juga: Chuck Putranto Diam-diam Sembunyikan CCTV Tanpa Sepengetahuan Ferdy Sambo: Beliau Sensitif Soal CCTV
Dari angka tersebut sudah ada 312 rekening yang dibekukan dengan besaran dana sebesar Rp836 miliar.
PPATK juga disebut telah memberikan laporan ke polisi soal 139 analisis aliran transaksi judi online meski tidak merinci siapa saja pihak yang terlibat dalam judi online.
Kepala (PPATK) mendeteksi aliran dana fantastis yakni sebanyak 155 Triliun Rupiah dari judi online
Dari pantauan PPATK aliran dana yang terindikasi judi online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mangkir Terus, Anne Ratna Mustika: Mau Diundur 2 Bulan? Saya Siap Tidak Akan Kerasa..
Lantas apakah ada hubungan antara kematian Brigadir Yosua dengan judi online dan sindikat sambo?
Ramai diperbincangkan bahwa salah satu jantung dari sindikat judi online ini berada di tangan Ferdy sambo dan Sambo pun disebut hanya salah satu kepanjangan tangan dari kelompok yang berkuasa.
Terungkap sebelumnya, banyak pihak yang terlibat dalam konsorsium 303 termasuk jenderal polisi.
Berhubungan dengan kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini adalah terdapat 10 Jenderal polisi yang terlibat dalam upaya menghalangi pengadilan pembunuhan Brigadir J ini.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mangkir Terus, Anne Ratna Mustika: Mau Diundur 2 Bulan? Saya Siap Tidak Akan Kerasa..
Jenderal yang terlibat disebut masuk dalam diagram konsorsium Sambo, belum lagi puluhan perwira menengah dan Perwira pertama yang sebagian diantaranya sudah di sidang etik dan dipecat dari kepolisian.
Jika motif yang sedang dibangun oleh Sambo memang Brigadir J melakukan perasaan seksual, mengapa Putri tidak melaporkan saja kejadian tersebut ke Polres Magelang?
Selain itu, jika memang ada kekerasan seksual, mengapa HP korban Yosua dimusnahkan oleh gerombolan tersangka?
Terlihat adanya informasi yang sangat penting di dalam HP tersebut sehingga barang bukti harus dimusnahkan oleh gerombolan tersangka
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mangkir Terus, Anne Ratna Mustika: Mau Diundur 2 Bulan? Saya Siap Tidak Akan Kerasa..
Dilansir AyoJakarta.com dari Youtube Hikayat Leluhur, hal ini yang menyebabkan munculnya isu Yosua adalah intel yang terindikasi membongkar jaringan kejahatan yang digawangi oleh Ferdy Sambo.
Resiko intel hanya dua, jika selamat dalam operasi mendapat kenaikan pangkat dan jabatan atau mati dalam tugas penyamaran yang dilakukan.
Namun, masih belum bisa dipastikan hingga saat ini apakah motif pembunuhan Brigadir Yosua sehingga belum dikatakan secara pasti apakah dirinya memang benar-benar seorang intel.***