News

Waspada! Indonesia Dikelilingi 8 Sesar Aktif yang Rawan Sebabkan Gempa Bumi Hingga Tsunami, Mana Saja?

Oleh: Dyah Arum Ratri Kamis 12 Jan 2023, 12:31 WIB
Waspada! Indonesia Dikelilingi 8 Sesar Aktif yang Rawan Sebabkan Gempa Bumi Hingga Tsunami, Mana Saja? Simak Penjelasan BMKG Berikut

AYOJAKARTA.COM--Belakangan ini beberapa wilayah Indonesia sedang kerap diguncang gempa.

Mulai dari wilayah Indonesia bagian Barat hingga wilayah Indonesia bagian timur.

Berbicara tentang gempa yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia sendiri memang fenomena alam yang sudah diprediksi sejak lama.

Baca Juga: Venna Melinda Jadi Korban KDRT Ferry Irawan, Ivan Fadilla Ungkap Verrell Bramasta Nangis

Pasalnya geografis kepulauan Indonesia sendiri terletak dalam wilayah rings of fire atau cincin api.

Selain itu Indonesia juga dilalui banyak jalur patahan lempeng bumi, hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan Indonesia rawan gempa dan juga tsunami.

Gempa bumi yang kerap terjadi di Indonesia juga dikaitkan dengan adanya aktivitas seismik dari sesar aktif.

Baca Juga: 629 Gempa Susulan Terjadi di Jayapura, Daryono BMKG Ungkap Penyebabnya: Zona Gempa Brittle

Seperti gempa bumi yang mengguncang Cianjur baru-baru ini, BMKG menuturkan jika gempa tersebut terjadi karena disebabkan aktivitas seismik dari Sesar Cugenang.

Namun ternyata dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (24/11/22), BMKG menuturkan jika wilayah Indonesia banyak dilewati oleh berbagai macam sesar aktif.

Sesar aktif apa sajakah yang membentang di beberapa wilayah Indonesia tersebut? Berikut penjelasan BMKG.

Baca Juga: Waspada! Hasil Penelitian BMKG: Cianjur Dikepung 7 Sesar Aktif Yang Teridentifikasi, Apa Saja?

1.Sesar Semangko

Sesar mendatar ini diketahui sepanjang 1.900 km. Sesar Semangko membentang dari sisi barat Pulau Sumatera.

2.Sesar Mentawai

Sesar Mentawai adalah sesar naik memanjang. Sesar ini terletak di Kepulauan Mentawai dan membentang dari sisi utara ke selatan dengan panjang lebih lebih dari 1000 km.

Baca Juga: 7 Sesar Aktif Mengancam dan Mengelilingi Kabupaten Cianjur, Masyarakat Diminta Bangun Rumah Tahan Gempa!

3.Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri ini awalnya diduga menjadi penyebab gempa di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Sesar ini letaknya membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Subang.

4.Sesar Lembang

Sesar Lembang merupakan sesar naik sepanjang 20 km. Sesar Lembang letaknya membentang dari wilayah gunung Batu Lembang hingga Padalarang.

Baca Juga: Duh, Banyak Rumah Warga Rusak akibat Gempa Bumi M7,5 di Kepulauan Tanimbar

5.Sesar Opak

Sesar Opak merupakan sesar naik yang membentang dari dataran tinggi Wonosari hingga Yogyakarta.

6.Sesar Kambing

Sesar Kambing juga merupakan sesar naik yang melalui wilayah Pulau Kambing.

Baca Juga: Misteri Fenomena Kemunculan Pulau Baru di Tanimbar Usai Gempa Maluku, Ahli Berikan Penjelasan Berikut

7. Sesar Palu Koro

Sesar Palu Koro adalah jenis sesar mendatar yang membelah Pulau Sulawesi, tepatnya dari Teluk Palu hingga Lembah Bone.

8.Sesar Palu Koro

Sesar Palu Koro yang kedua ini juga mendatar. Sesar ini terbentuk akibat benturan lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.

Tentu saja keberadaan sesar aktif yang membentang di berbagai wilayah tersebut semakin memperjelas jika Kepulauan Indonesia sangat rawan bencana alam.

Baca Juga: Gempa M 2,4 Guncang Sukabumi Jawa Barat, Ini Saran BMKG!

Maka dari itu Sulfikar Amir selaku Sosiolog Bencana menuturkan jika letak Indonesia yang sangat rawan bencana tersebut menjadikan landasan penting untuk mitigasi bencana.

“Situasi Indonesia situasi yang penuh marabahaya, Indonesia terletak di posisi yang sangat rawan bencana baik tektonik, vulkanik, dan berbagai bentuk marabahaya dari alam,” ujar Sulfikar.

Baca Juga: Sambut Ramadan dengan Penuh Gembira, Bagikan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ke Orang Tersayang!

“Menjadi landasan kita untuk mengambil keputusan dan menentukan proses pembangunan dimana-mana. Kita bicara ketahanan bencana dalam 2 aspek, ketahanan infrastruktur dan ketahanan sosial,” imbuh Sulfikar.

Lebih lanjut ia menuturkan, “Dua hal ini sebenarnya adalah faktor yang sangat penting karena kalau kita menghitung contoh dari setiap bencana atau setiap goncangan ada dua faktor yang kita lihat.”

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Kiki Dian Sunarwati