AYOJAKARTA.COM – Misteri buku hitam milik terdakwa Ferdy Sambo yang selalu menjadi teka-teki akhirnya terkuak.
Seperti yang terlihat, sejak ditetapkan sebagai terdakwa, Ferdy Sambo selalu membawa sebuah buku dalam setiap persidangan.
Buku yang selalu dibawa oleh Ferdy Sambo tersebut berwarna hitam dan berukuran kecil.
Bahkan buku hitam milik Ferdy Sambo tersebut terlihat begitu penting karena tak pernah lepas dalam genggamannya.
Baca Juga: Terkuak! Ferdy Sambo Menyembunyikan Fakta dari Hendra Kurniawan, karena Alasan dan Fakta Apa?
Namun saat sidang lanjutan obstruction of justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan kembali digelar pada Kamis (5/1/23) misteri buku hitam Ferdy Sambo tersebut akhirnya terkuak.
Dalam sidang kasus perusakan CCTV dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin tersebut, Ferdy Sambo hadir sebagai saksi.
Cuplikan sidang tersebut juga diunggah oleh akun Tiktok @aliefasenoryta30 pada (6/1/23), dimana awalnya tim pengacara Hendra Kurniawan menanyakan kepada Ferdy Sambo alasannya menceritakan pembunuhan Brigadir J kepada kliennya.
“Bisa saudara saksi jelaskan yang dimaksud integritas tinggi Hendra ini seperti apa? Tadi saksi hanya menjelaskan bila Hendra sudah di Propam selama 15 tahun. Lalu apa yang saudara maksud dengan ini?” tanya pengacara Hendra Kurniawan kepada Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo kemudian menjawab, “Saya ingin luruskan kalau melawan sih enggak.”
Namun hakim kemudian menyela jawaban Ferdy Sambo tersebut dan menyinggung apakah jabatan Hendra Kurniawan yang satu tingkat di bawah Sambo membuatnya ragu untuk jujur soal skenarionya.
“Saudara tadi bukan meluruskan ya, saudara jawab bahwa saudara Hendra ini satu digit dibawah saudara kan gitu jadi ada potensi lah,” ujar hakim.
Kemudian dijawab oleh Sambo, “Potensi untuk tidak mengikuti skenario saya sehingga saya tidak menyampaikan.”
Ferdy Sambo lantas menjelaskan lebih lanjut mengenai kinerja dari Hendra Kurniawan tersebut yang telah ia catat di dalam buku hitamnya.
“Kemudian mohon ijin yang mulia atas pertanyaan dari Penasehat Hukum e 15 tahun dia di sana kemudian 1,5 tahun saya bergabung bersama terdakwa Hendra ini dari data yang (sambil membuka buku hitam) saya miliki ini memang cukup keras penegakan disiplin internal yang dilakukan oleh Biro Paminal,” jelas Ferdy Sambo.
Menurut Ferdy Sambo berdasarkan catatan yang ada di dalam buku hitamnya tersebut, Hendra Kurniawan memiliki kinerja yang sangat baik selama menjabat di Biro Paminal.
“214 di tahun 2001 personil polri ini sudah dilakukan operasi tangkap tangan, ini prestasi. Tapi tidak pernah terekspos karena ini terkait internal, nah kemudian itulah kemudian yang menjadi penyebab saya kuatir dia memiliki potensi untuk tidak bisa mengikuti skenario,” jelas Ferdy Sambo. ***