AYOJAKARTA.COM - Rahasia di balik sebuah buku berwarna hitam yang selalu dibawa oleh terdakwa Ferdy Sambo akhirnya terungkap.
Hal ini terjadi saat Ferdy Sambo menjadi saksi mahkota dalam sidang obstruction of justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan Kamis (6/1/2023).
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube KOMPASTV Sabtu (8/1/2023), awalnya penasihat hukum dari Hendra Kurniawan bertanya pada Ferdy Sambo terkait pernyataannya.
Baca Juga: Viral Video Mirip Hakim Wahyu Iman Santoso Bocorkan Vonis Ferdy Sambo, Pengamat Nilai Valid?
"Hendra memiliki integritas yang tinggi, yang mungkin akan membocorkan skenario jika saya beritahu," ungkap pengacara Hendra Kurniawan menirukan pernyataan dari Ferdy Sambo.
Penasihat hukum dari Hendra Kurniawan kemudian menanyakan maksud dari pernyataannya tersebut kepada Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo kemudian menjelaskan jika dia hanya ingin meluruskan.
Baca Juga: Tim Rahasia Bentukan Komisi Yudisial Awasi Gerak-gerik Hakim Tangani Kasus Ferdy Sambo
"Saya ingin meluruskan, kalau melawan sih enggak lah," jawab Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo kemudian menyampaikan bahwa sebenarnya Hendra Kurniawan berpotensi untuk tidak turut serta dalam skenario yang ia ciptakan.
"15 tahun dia di sana kemudian 1,5 tahun saya bergabung bersama terdakwa Hendra ini," ucap Ferdy Sambo.
Ia pun kemudian membuka buku hitam yang selama ini menjadi perhatian publik dan membacakan sebuah catatan yang berada didalamnya.
"Dari data yang saya miliki ini memang cukup keras penegakan disiplin internal yang dilakukan oleh Biro Paminal," ucap Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo juga menyebutkan mengenai operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh divisinya kepada banyak personel Polri pada tahun 2021.
"Dari 214 di tahun 2021 personel Polri ini sudah dilakukan operasi tangkap tangan," jelas Ferdy Sambo.
Prestasi inilah yang membuat Ferdy Sambo tidak yakin bahwa Hendra Kurniawan akan mengikuti skenario dari Ferdy Sambo.
"Ini prestasi tapi tidak pernah terekspos karena terkait internal. Itulah kemudian yang menjadi penyebab saya kuatir dia memiliki potensi untuk tidak bisa mengikuti skenario saya," pungkas Ferdy Sambo.***