AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini sorotan publik tertuju kepada sosok pemuda bernama Tiko, anak berbakti yang mengurus ibundanya, Ibu Eny di rumah mewah terbengkalai selama 11 tahun.
Mulanya Tiko bercerita bahwa ayahnya meninggalkan ia dan Ibu Eny pulang ke kampung halaman tanpa alasan, sehingga membuat ibunya diduga mengalami depresi atau gangguan jiwa.
Kemudian setelah berita ini viral di media sosial, pihak keluarga Herman Moedji Susanto selaku ayah Tiko buka suara dan mengatakan semua cerita Tiko itu tidak benar.
Usai muncul protes dari keluarga mendiang Herman Moedji Susanto, Tiko meminta maaf jika dianggap salah karena minim penjelasan dan itu hanya berdasarkan sudut pandangnya sendiri.
Bukan tanpa sebab, Tiko merasa bahwa ucapannya terlalu menyinggung keluarga Bapak Herman yang menjadi ayahnya.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Pratiwi Noviyanthi, Tiko pun berkomunikasi langsung lewat telepon dengan pihak keluarga ayahnya.
Rupanya, permintaan maaf Tiko disambut baik oleh keluarga almarhum ayahnya dalam hal ini kakak tiri Tiko, Uri Muji Astuti.
Dalam percakapan tersebut, Tiko mengutarakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga ayahnya.
Tiko menyampaikan permintaan maafnya dan menjelaskan bahwa semua yang ia ceritakan di media berdasarkan pengalaman yang ia dapat selama ini.
Dia menyebut hanya mengetahui kebenaran versinya sendiri karena selama ini hanya tinggal berdua dengan ibunya.
"Aku mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga papaku. Aku tidak ada maksud menjelekkan pihak manapun, kak. Aku tidak tahu apa-apa kebenarannya, namun aku menceritakan ke publik berdasarkan apa yang aku alami, sepengetahuanku karena dulu aku masih kecil," kata Tiko yang dikutip dari YouTube Pratiwi Noviyanthi, Minggu (8/1).
Tiko juga menjelaskan, jika kedepannya tidak akan lagi memberikan pernyataan terkait cerita hidupnya.
"Jadi aku mohon maaf banget yang sebesar besarnya, dan mungkin kedepannya untuk cerita lisan dan apapun yang dimunculkan di publik, aku akan jaga, mohon maaf sebelumnya kalau sudah lancang ya kak," ucapnya.
Sementara itu, Uri Muji Astuti, anak pertama Herman Moedji Susanto, pun membukakan pintu maaf bagi adik sambungnya itu.
"Iya enggak apa-apa, karena memang kamu juga masih kecil waktu itu kan, cerita-cerita yang beredar itu tidak sesuai dengan kenyataan jadi kita juga bingung," kata Uri.
Kemudian Tiko mengungkapkan rasa syukurnya bisa menjalin komunikasi dengan keluarga jauhnya itu.
"Alhamdulillah juga karena ini juga jadi tahu keberadaan keluarga, karena udah selama ini aku tinggal berdua sama mamah tanpa tahu kebenarannya," kata Tiko.
Selanjutnya, di akhir percakapannya bersama sang kakak, Tiko minta izin kepada Uri untuk berziarah ke makam almarhum ayahnya yang telah meninggal pada tahun 2015.
Keinginan Tiko itu pun langsung disambut baik oleh Uri.
"Mungkin nanti kalau ada kesempatan aku juga mau nengokin makam almarhum dengan niatan ziarah," kata Tiko
"Nanti kita sama-sama ke sana, kita ketemu ke Surabaya," jelas Uri kakaknya Tiko.***