AYOJAKARTA.COM - Persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan dalang utama diduga Ferdy Sambo masih terus bergulir.
Pada Kamis, 5 Januari 2023 Ferdy Sambo hadir sebagai saksi mahkota untuk terdakwa obstruction of justice.
Seperti diketahui, Ferdy Sambo sebelumnya kekeh dengan motif pelecehan yang dilakukan kepada Putri Candrawathi.
Namun ada yang menarik dalam kesaksiannya kali ini terkait pelecehan seksual yang selama ini dinarasikan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv pada Jum’at, 6 Januari 2023, berikut ulasannya.
Saat menjadi saksi mahkota pada sidang obstruction of justice, mantan Kadiv Propam ini sempat ditanya soal waktu yang dibutuhkan dalam menyusun skenario.
Suami Putri Candrawathi pun mengaku bahwa ia membutuhkan waktu setengah jam untuk menyusun skenario.
Baca Juga: Link Nonton Drama Island Episode 3-4 Sub Indonesia, Bukan LK21 atau IndoXXI
“kurang lebih hampir setengah jam lebih,” ucap Sambo.
Kemudian mantan Kadiv Propam ini juga mengatakan bahwa saat itu ia belum ada persiapan.
Sehingga saat itu masih kacau dan skenario belum lengkap.
“skenario lengkap si belum karena masih berubah-rubah karena saya tidak ada persiapan makanya kemudian saya masukkan Magelang, kemudian saya perintahkan nggak usah, jadi masih kacau lah,” ucapnya.
Dalam kesaksiannya tersebut, Sambo juga secara sadar mengatakan bahwa ia hanya membuat dua skenario.
Yang pertama adalah skenario soal tembak menembak.
Kemudian adalah soal skenario pelecehan seksual.
Sambo mengaku bahwa tidak ada yang mengetahui perihal skenario yang dibuatnya itu sebelumnya.
“tidak ada, skenario saya tuh hanya peristiwa di dalam rumah Duren Tiga yang pertama itu skenario masalah pelecehan yang kedua itu masalah tembak menembak, yang lain tidak ada skenario,” ucapnya.