AYOJAKARTA.COM - Beredar isu adanya aliran dana sebesar Rp100 Triliun pada rekening Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, pihak keluarga hendak memastikan hal tersebut.
Keluarga Brigadir Yosua akhirnya meminta pihak bank untuk mencetak rekening koran milik Brigadir Yosua.
Diketahui kini pihak keluarga Brigadir Yosua tengah menyimpan bukti 4 rekening koran milik Brigadir Yosua.
Baca Juga: Ramalan Hard Gumay Soal Pilpres 2024 : Sebut 5 Ciri-ciri Calon Presiden dan Bukan Wanita?
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV, Kakak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Yuni Hutabarat menerima cetak rekening koran Yosua dari Bank di Jambi.
Pihak keluarga korban, meminta kepada pihak Bank untuk mencetak rekening koran milik yosua agar dapat memastikan aliran dana Rp100 triliun.
Diketahui saat ini, pihak keluarga selaku ahli waris Yosua mendapat 4 rekening milik Yosua.
Pihak bank mengatakan, butuh waktu untuk mencetakan dokumen tersebut dikarenakan perlu kehati-hatian untuk melindungi data nasabah.
"Berpegang Teguh kepada Good Corporate Governance (GCG) dan prinsip kehati-hatian, senantiasa menunjang, menjunjung nilai-nilai GCG tersebut, dan kami tetap menjaga data nasabah kami dengan sebaik-baiknya, dan mengeddepankan prinsip prudential atau kehati-hatian," ujar Amri Hidayat, Kepala BNI Cabang Wilayah Jambi.
Baca Juga: Berita Duka: Sipon Istri Penyair Wiji Thukul Meninggal Dunia, Begini Kronologi Lengkapnya!
"Menyiapkan dokumen dari ahli warisnya. Jadi ahli warisnya menyerahkan lengkap di hari Kamis, kalau sudah dikirimkan ke cabang pembuka dan hari ini kami serahkan kepada ahli warisnya," sambungnya.
Sebelumnya, pihak keluarga Yosua sempat mendatangi 2 bank di kecamatan Pasar, Kota Jambi untuk meminta rekening koran putranya untuk mengecek aliran dana terkait isu adanya nominal sebesar Rp100 triliun.
"Kalo gak salah bulan 8 atau bulan 9 kami sudah kesini, mengajukan untuk meminta rekening korannya (Yosua), " ujar Ayah Brigadir Yosua, Samuel Hutabarat.
Tetapi saat itu, pihak keluarga belum dapat melihat rekening koran Yosua, karena masih dalam status diblokir.
"Tapi keterangan dari Mandiri, BNI bahwa, di bulan itu masih diblokir, jadi belum ada wewenang untuk dibuka," sambungnya
Pihak keluarga selaku orang tua Yosua, hanya ingin memastikan kebenaran adanya aliran dana berjumlah Rp100 triliun di dalam rekening koran milik Yosua.
Ayah Brigadir Yosua menyampaikan dari pihak Bank Mandiri, rekening koran sejak bulan Mei hingga Desember sudah diterima, sementara bulan Januari hingga April masih dalam proses.
"Yang di Mandiri tadi sudah keluar, dari bulan 5 sampai Desember. Dari bulan 1 sampai bulan 4 2022 kata mereka tadi, nanti tanggal tua," kata Samuel Hutabarat.***