AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo makin susah berkutik, bukan tanpa alasan.
Pakar Digital Forensik sebut ada 5 bukti valid rekaman CCTB di Duren Tiga yang merupakan hasil editing. Benarkah?
Diketahui, rekaman CCTV dalam kasus Ferdy Sambo terus menjadi polemic hingga saat ini.
Baca Juga: Mau Beli iPhone? Simak Dulu Harga Lengkapnya di Januari 2023, Mulai dari Rp7 Jutaan
Disinyalir banyak pihak menyebut jika rekaman CCTV dalam kasus Ferdy Sambo terdapat banyak kejanggalan.
Menurut para pakar, rekaman CCTV tersebut sudah diedit guna menghilangkan beberapa bukti terkait peristiwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Salah satu pakar yang mengungkapkan hal tersebut adalah Pakar Digital Forensik, Abimanyu Wahyuwidayat.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @thepan305 pada (20/12/2022), Pakar Digital Forensik, Abimanyu Wahyuwidayat mengungkapkan ada 5 kejanggalan terkait rekaman CCTV di Duren Tiga.
1. Format video rekaman CCTV tidak sesuai
Bukti pertama, Abimanyu menuturkan jika biasanya format rekaman CCTV adalah lebar kali lebar, namun hasil rekaman CCTV di Duren Tiga tersebut formatnya kotak.
“Dan kemudian saat layarnya itu ditampilkan dengan formatnya 1:1 padahal kalau layar CCTV biasanya 4:3 atau 16:9, lebar sama lebar bukan kotak, dengan demikian berarti ada area yang dipotong,” ujar Pakar Digital Forensik tersebut.
Baca Juga: Mau Beli iPhone? Simak Dulu Harga Lengkapnya di Januari 2023, Mulai dari Rp7 Jutaan
2. Tampilan waktu dalam rekaman CCTV
Pakar yang kerap disapa abah tersebut juga menuturkan bukti lain bahwa rekaman CCTV tersebut telah diedit.
Salah satunya indikator waktu dalam video rekaman CCTV dinilai tidak seperti format pada umumnya dalam CCTV.
“Silahkan kita perhatikan detail time-nya, sangat kecil yang namanya ‘the time’ dalam CCTV harus sangat jelas bisa terbaca tetapi apabila sangat kecil berarti ‘the time’ tersebut sudah editan. Dengan ini saya jelaskan bahwa hasil rekaman CCTV yang di garasi itu editan,” ungkap Abimanyu.
Baca Juga: Kenali 7 Kuliner Penuh Gizi Khas Perayaan Imlek, Penuh Makna Filosofis yang Terkandung di Dalamnya
3. Gambar mobil yang terkompres
Abimanyu Wahyuwidayat mengungkapkan salah satu bukti editing adalah gambar mobil yang terdapat dalam garasi di rumah Duren Tiga.
“Jelas itu merupakan hasil editing lah ya, sekarang saya buka saja saya kasih lihat kalau kita melihat sekarang CCTV yang ada di garasinya FS itu yang kita lihat ada dua kendaraan, ini bukan analisa saya saja biar masyarakat juga melihat kalau logikanya gitu ya,” ujar Abimanyu.
“Bahwa sekarang dilihat kendaraan yang warna hitam itu kendaraannya terkompres,” imbuhnya.
Baca Juga: Bikin Terenyuh! Jatuh Bangunnya Perjuangan Sipon Dukung Wiji Thukul, Hadapi Kecemasan Tiada Akhir
4. Informasi waktu dalam rekaman CCTV
Bukti kelima terkait rekaman CCTV yang sudah diedit adalah tampilan tanggal dan jam yang sudah diganti.
Abimanyu menjelaskan jika CCTV memiliki system automatic yang akan menangkap jika ada perbedaan cahaya.
“Kita bicara CCTV lho bahwa yang namanya CCTV selalu diupayakan menangkap intensitas lebih kuat jadi kalau ada perbedaan warna cahaya apa saja akan diupayakan untuk mampu lebih nyala karena dia ada automaticnya,” jelas Abimanyu.
“Dengan demikian berarti bahwa menurut saya itu tuh jamnya sudah teredit,” tegas Abimanyu.
Baca Juga: Momen Haru Richard Eliezer Memeluk Kedua Orang Tuanya Usai Persidangan: Kami Tak Berharap Lebih5. Tidak sinkron antara jam dengan kondisi di luar
Bukti berikutnya bahwa rekaman CCTV telah diedit adalah ditemukannya ketidaksinkronan antara waktu pada CCTV dengan kondisi sebenarnya yang ada di luar.
“Jelas lagi kita perhatikan saat ibu PC tersebut sedang keluar dari garasi itu dibilang jam 17.10 itu dalam keadaan terang kelihatan dari sebelah kiri atas cahaya di luar terang tapi saat yang bersangkutan itu kembali sudah berganti baju itu dibilang waktunya jam 17.23 berarti sekitar setengah enam, cahayanya sangat gelap berarti sudah ganti malam,” jelas Abimanyu.
“Daerah mana di Jakarta yang jam setengah 6 sore sudah gelap yang ada masih rada redup,” imbuh pria yang kerap disapa abah tersebut.
Abimanyu juga menuturkan alasan ia menyebut bahwa waktu pada CCTV tersebut juga telah diedit dengan mengatakan seperti berikut.
“Kenapa itu teredit? Karena tidak memungkinkan untuk waktu 13 menit yang bersangkutan pergi kemudian kembali sudah berganti baju,” ungkap Abimanyu.
“Ngapain gitu pergi untuk ganti baju karena sebetulnya ada suatu durasi yang lebih panjang yang dilakukan sesuatu gitu lho,” tandasnya.