AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan Brigadir J kembali digelar hari ini Kamis (5/1/2023) di PN Jakarta Selatan.
Agenda sidang hari ini yaitu pemeriksaan terhadap Richard Eliezer sebagai terdakwa.
Tentunya, publik kembali dikejutkan dengan fakta terbaru yang mcunul dari persidangan.
Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso terdengar menanyakan beberapa hasil temuan setelah mengunjungi TKP pembunuhan Brigadir J pada Rabu (4/1/2023) kemarin.
Dilansir AyoJakarta.com dari Kompas TV Live, Richard Eliezer kembali diperiksa mengenai kronologi pembunuhan Brigadir J.
"Jadi pada saat itu saya diajak ke dalam Yang Mulia. Duduk di dalam saya duduk di sofa yang satu, Pak Sambo duduk di sofa yang panjang Yang Mulia, ke sebelah arah ke saya Yang Mulia," ujar Richard Eliezer.
"Terus pada saat itu bapak nanya ke saya Yang Mulia "Kamu tau nggak ada kejadian apa di Magelang?"," lanjutnya.
Richard pun saat itu menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui soal kejadian di Magelang.
Kemudian, Richard mengatakan bahwa saat itu Ferdy Sambo sempat dalam kondisi menangis.
"Nangis beliau Yang Mulia dari depan lift keluar lift itu beliau nangis Yang Mulia, terus setelah dia tanya tentang kejadian saya bilang tidak tahu terus dia bilang Yosua telah melecehkan ibu di Magelang, terus diam, terus nangis lagi Yang Mulia, kemudian dia bilang "Emang kurang ajar anak itu, sudah tidak menghargai saya, dia sudah menghina pangkat harkat dan martabat saya, ngga ada guna pangkat saya ini Chad kalau keluarga saya dibeginikan," trus dia bilang ke saya "memang harus dikasih mati anak itu," cerita Richard Eliezer.
Lebih lanjut, Richard menjelaskan bagaimana Ferdy Sambo saat memerintahkannya membunuh Brigadir J.
Bukan hajar, tapi ternyata Ferdy Sambo langsung memerintahkan Richard Eliezer untuk membunuh Brigadir J.
Baca Juga: Ibunda Bharada E Sampaikan Harapan Tak Terduga Terkait Nasib Richard Eliezer, Begini Katanya
"Nanti kamu yang bunuh Yosua ya dia bilang ke saya. Kalau kamu yang bunuh nanti saya yang jaga kamu, tapi kalau saya yang bunuh nggak ada yang jaga kita lagi Chad," terang Richard menirukan perkataan Ferdy Sambo.
Richard kemudian mengaku hanya berkata 'siap' saat mendengar perintah Ferdy Sambo.
Mendengar pertanyaan Richard Eliezer, hakim Wahyu Iman Santoso kembali mempertegas.
"Perintah saudara Ferdy Sambo saat itu bunuh bukan hajar?" tanya Hakim.
"Bukan Yang Mulia," jawab Richard.
"Backup?" tanya Hakim lagi.
"Tidak ada Yang Mulia, perintahnya jelas bahwa nanti kamu bunuh Yosua," tegas Richard Eliezer.***