News

Kuat Maruf dan Ricky Rizal Makin Terpojokkan, Martin Simanjuntak: Mereka Bukan Pelaku Pasif, Tapi Aktif!

Oleh: Linda Wati Selasa 03 Jan 2023, 15:25 WIB
Nah Lho! Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal Makin Terpojokkan, Martin Simanjuntak: Mereka Bukan Pelaku Pasif, Tapi Aktif

AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal dan Richard Eliezer masih terus bergulir.

Pengacara Brigadir Yosua, Martin Simanjuntak menilai bahwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf merupakan pelaku aktif dalam pembunuhan Brigadir Yosua.

Meskipun diketahui bahwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal tidak ikut menembak Brigadir Yosua.

Baca Juga: Sri Mulyani Gemes di Instagram Gara-gara Berita Gaji Rp5 Juta Kena Pajak 5%, Jomblo Jadi Contoh!

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv pada Selasa, 3 Januari 2023 berikut tanggapan dari Martin Simanjuntak.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan pembuktian serta keterangan saksi.

Martin Simanjuntak percaya bahwa kedua terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua ini ikut berperan dalam kasus ini.

Sehingga ia menyimpulkan bahwa kedua pelaku ini merupakan bukan pelaku pasif.

Baca Juga: Skakmat! Febri Diansyah Akui Ferdy Sambo Beri Perintah Tembak Brigadir J? Warganet: Blunder Kok di Twitter 

Melainkan keduanya pelaku aktif dalam perkara pembunuhan Brigadir Yosua.

“sudah dipaparkan juga melalui pembuktian yah, melalui saksi-saksi yang menyampaik keterangan saksi di depan persidangan bahwa Ricky sama Kuat itu bukan pelaku pasif,” ujar Martin.

“ataupun bukan hanya menganjurkan untuk tidak diperbuat tersebut ataupun tidak memberi tahu kepada Yosua namun justru ada keterkaitan yang bisa dibuktikan di persidangan, bahwa mereka juga turut serta dan ikut aktif,” lanjutnya.

Mengapa demikian, sebab Bripka RR diketahui bertugas di Magelang.

Baca Juga: Waduh! Farhat Abbas Sentil Hakim Wahyu Pada Kasus Ferdy Sambo: Ini Juragan Atau Hakim

Namun setelah itu ia ikut ke Duren Tiga pasca diberitahu akan ada tragedi tersebut, meskipun ia menolak perintah Ferdy Sambo dengan alasan tidak tega.

“dia ditugaskan di Magelang buat apa di pergi ke Duren Tiga, dan pasca dia diberitahukan untuk diminta bantuan untuk menembak Yosua apabila Yosua melawan, dia justru ikut ke Duren Tiga bersama-sama Putri Candrawathi,” jelas Martin.

Menurut Martin seharusnya jika Bripka RR tidak tega temannya akan ditembak, seharusnya ia bisa kabur.

Selain itu alasan kenapa supir pribadi Ferdy Sambo ini pelaku aktif adalah diketahui bahwa Kuat membawa sebuah pisau.

Baca Juga: Ibunda Brigadir J Anggap Sang Pengacara Sebagai Utusan Tuhan, Kamaruddin Simanjuntak: Saya Punya Firasat… 

Serta ia yang menyarankan kepada Putri Candrawathi untuk lapor kepada Ferdy Sambo.

Supir pribadi Ferdy Sambo ini juga sempat mengatakan bahwa agar tidak ada duri dalam keluarga.

“sebenarnya kalau kita lihat rangkaian surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum itu sudah diuraikan dari peristiwa Magelang dan manakala ketika dia mengatakan ada duri dalam daging pada saat eksekusi pun si Kuat ada di TKP jadi tidak bisa lihat bahwa mereka ini hanya pasif saja, mereka aktif,” kata Martin.***

Reporter Linda Wati
Editor Vincensia Enggar Larasati