AYOJAKARTA.COM - Febri Diansyah kuasa hukum Putri Candrawathi masih terus menjadi perbincangan publik.
Febri Diansyah kali ini mendapat banyak kritikan dari unggahan akun Twitternya.
Sebelumnya Febri Diansyah menulis dalam cuitan Twitternya terkait seandainya Richard Eliezer meminta dibebaskan karena alasan perintah jabatan.
“Jadi kepikir, kalau Richard Eliezer minta bebas karena alasan Perintah Jabatan, bisa2 semua terdakwa Obstruction of Justice dapat bebas juga…
kalau…
gimana pak dos @mfatahilahakbar analisisnya ttg Pasal 51 ayat (1) KUHP?,” tulis @febridiansyah dalam cuitannya.
Baca Juga: Ternyata Ricky Rizal Berani Tolak Perintah Ferdy Sambo, Febri Diansyah Malah Iba: Sayangnya...
Cuitan tersebut pun mendapat banyak respon dari warganet.
Namun ada yang menarik dari salah satu tanggapan warga Twitter.
Di mana ia menanyakan soal karir dan nasib Richard Eliezer jika ia menolak perintah Ferdy Sambo.
“Kira² kalau pas kejadian si E yang pangkatnya cuma bharada ini menolak perintah Jenderal Bintang 2, bakal gimana karir dan atau nasibnya?,” tulis @ardianTaka.
Adanya komentar tersebut, Febri pun menanggapinya.
Ia menulis bahwa sebelumnya telah ada yang menolak, yakni Ricky Rizal.
Baca Juga: Ngeri! warganet Singgung Azab Kubur hingga Siksa Akhirat Kepada Febri Diansyah Gara-gara Hal Ini!
“Sudah ada yg menolak, dan ga diapa2in ama FS. Namanya: Ricky Rizal.. sayangnya, sudah menolak malah jd tsk pembunuhan..” jawab Febri.
Tak disangka, akun @ardianTaka pun memberikan pertanyaan skakmat untuk Pengacara Putri Candrawathi.
“Jadi Pak FS beneran merintahin nembak si J mas?,” tulisnya.
Warganet yang melihatnya pun ramai menanggapi pertanyaan jebakan tersebut.
“Blunder Kok di Twitter,” tulis @arga_**at.
Bahkan ada juga yang menyarankan agar cuitan tersebut diteruskan ke Jaksa Penuntut Umum.
“Ges langsung terusin ke jaksa penuntut umum sama penasehat hukum nya RE ges... Ini mantep sih kalau bukti digital ini dibawa ke pengadilan, bisa mati kutu si pak Febri ini... CC:@RonnyTalapessy,” tulis @DArdiansyah98 dalam kolom komentar.***