AYOJAKARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan terkait adanya banjir rob di pesisir utara Pulau Jawa.
Banjir rob tersebut diprediksi akan terjadi pada tanggal 6 Januari 2023 yang disebabkan oleh fenomena bulan purnama.
Fenomena bulan purnama tersebut berpotensi menyebabkan tingginya pasang air laut.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan! 295 Sesar Aktif dan 13 Zona Megathrust, 10 Diantaranya Ada di Jawa Barat
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, DKI Jakarta diprediksi akan terdampak banjir rob.
Banjir rob tersebut diprediksi akan melanda DKI Jakarta mulai tanggal 3 hingga 10 Januari 2023.
Sementara itu, BMKG juga menjelaskan mengenai prakiraan cuaca di Jabodetabek.
Disebutkan jika kawasan Jabodetabek akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Hujan akan mengguyur kawasan Jabodetabek selama sepekan kedepan.
Hal ini disampaikan oleh Prakirawan Cuaca BMKG yakni Adji Syarifah Happy Lubianashari.
Adji Syarifah mengungkapkan bahwa curah hujan bisa naik dan bisa juga turun.
“Untuk prakiraan cuaca di daerah DKI atau Jabodetabek ini sebenarnya agak dinamis ya, ada waktu-waktu dimana ada penurunan curah hujan tapi ada waktu juga agak naik curah hujannya,” ungkapnya.
“Misal untuk dua hari kedepan ini potensinya sebenarnya turun jika dibandingkan beberapa hari yang lalu, tapi kemungkinan ada kenaikan lagi di mungkin tanggal 4 atau tanggal 5 seperti itu dan nanti akan diikuti dengan penurunan lagi seperti itu,” lanjutnya.
Terkait masalah banjir karena hujan, Adji Syarifah memberikan penjelasan.
Adji Syarifah menyebut jika banjir terjadi tergantung dari wilayahnya.
Menurutnya, ada wilayah yang bisa dan tidak untuk menampung curah hujan lebat.
“Untuk potensinya sendiri hanya mungkin sedang sampai lebat, jadi untuk banjir tergantung wilayahnya ya. Mungkin ada wilayah-wilayah yang mampu menampung curah hujan sampai lebat tapi ada wilayah yang mungkin kurang mampu,” jelasnya.***