AYOJAKARTA.COM - Reza Indragiri, seorang Ahli Psikologi Forensik sempat dihadirkan di persidangan perkara pembunuhan Brigadir Yosua.
Reza Indragiri dihadirkan oleh Kuasa Hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy pada 26 Desember 2022.
Kali ini dalam Reza Indragiri kembali memberi tanggapan terkait kasus Ferdy Sambo.
Seperti diketahui bahwa kubu Ferdy Sambo telah menunjukkan 35 alat bukti kepada Majelis Hakim.
35 alat bukti yang dibawa oleh kubu Ferdy Sambo salah satunya yakni bukti foto Brigadir J yang berada di sebuah club malam.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTv pada Senin, 2 Desember 2023, sang Reza Indragiri mengungkapkan bahwa kepribadian Yosua yang dibangun oleh kubu Ferdy Sambo tidak ada hubungannya dengan motif pada kasus ini.
“Pertanyaan paling mendasar, pertanyaan terbesar adalah bagaimana tali-temali antara potret kepribadian itu dengan pembunuhan berencana,” ujar Reza.
“Bagaimana potret kepribadian itu berhubungan dengan tuduhan bahwa Yosua sudah melakukan perkosaan, saya yakin tali temali itu tidak dibangun,” tambahnya.
Anggaplah jika benar Brigadir J memiliki tabiat buruk.
Menurut Reza, akan jauh lebih penting mencari tahu bagaimana perilaku tersebut muncul.
“Alih-alih memberikan perhatian tentang kepribadian manusia dalam hal ini misalnya kepribadian Yosua adalah jauh lebih penting kalau misalnya kita memberikan gambaran tentang proses pemunculan perilaku jahatnya seandainya Yosua ini melakukan perbuatan jahat,” ujarnya.
Selain itu, bukti foto Brigadir Yosua berada di dalam klub malam tersebut pun dibantah oleh sang Kuasa Hukum, Yonathan Baskoro.
Baca Juga: Ragukan Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri: Emosi Orang yang Diperkosa Amat Sangat Ketakutan
Menurut Yonathan Baskoro, tujuan daripada menunjukkan foto kliennya berada di tempat dugem yakni agar orang dapat menilai bahwa Yosua memiliki pribadi yang buruk.
Sehingga tudingan pelecehan seksual pada Putri Candrawathi dapat dibenarkan.
“Ok lah jika kita mengikuti pola pikir mereka atau permainan mereka yang kita tangkap disini adalah memang untuk mengangkat bahwa almarhum ini adalah sosok yang sering ke klub malam atau memiliki kepribadian yang buruk,” ujar Yonathan.
“Sehingga untuk motif pelecehan seksual itu sangat mungkin dilakukan oleh almarhum, saya melihat ini yang sedang dibangun,” tambahnya.***