AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini Indonesia tengah dihebohkan dengan kabar mengenai gempa megathrust.
Dimana gempa megathrust tersebut diprediksi berpotensi besar akan terjadi di wilayah Indonesia.
Bahkan beberapa penelitian mengungkapkan adanya zona-zona megathrust yang sudah mulai teridentifikasi.
Baca Juga: Daryono BMKG: Selama 2022 Terjadi 10.972 Kali Gempa dengan 22 Kali Gempa yang Merusak
Lantas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan gempa megathrust tersebut?
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Gempa ITB pada (14/12/2020), diinformasikan mengenai penjelasan dari apa sebenarnya yang dimaksud dengan megathrust.
Secara harfiah megathrust sendiri memiliki arti patahan naik yang sangat besar.
Kemudian seperti yang kita ketahui, ring of fire terhampar hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
Bersamaan dengan kondisi adanya hamparan Ring Of Fire tersebut, hadirlah megathrust ini.
Baca Juga: Kapan Pencairan Dana KJP Plus Januari 2023? Simak di Sini Beserta Besaran Jumlah Dananya
Jadi sebenarnya megathrust sendiri memang sudah ada sejak dahulu kala, justru kita lah yang hidup di atasnya.
Di kawasan Selatan Jawa sendiri, megathrust terbentang sepanjang 1000 kilometer, dengan bidang kontak yang memiliki lebar sebesar 200 kilometer menghujam hingga kedalaman yang mencapai sekitar 60 kilometer.
Kemudian bentangan megathrust tersebut diketahui terus mengakumulasi energi yang siap dilepaskan kapan saja.
Lantas kapan dan di wilayah manakah energi megathrust yang tersimpan tersebut akan dilepaskan?
Kemudian apabila energi tersebut dilepaskan, apakah yang akan terjadi?
Tentu saja hal tersebut merupakan pertanyaan besar bagi banyak pihak saat ini?
Megathrust sendiri merupakan sebuah bidang gempa yang sangat besar yang letaknya tepat pada pertemuan Lempeng Samudera dan Lempeng Benua.
Kemudian saat kedua lempeng tersebut bertemu mengakibatkan Lempeng Samudera akan terus menghujam ke arah bawah.
Lalu selanjutnya akan membentuk bidang kontak dengan Lempeng Benua yang juga disebut dengan bidang megathrust.
Bidang megathrust tersebut yang kemudian akan mengakumulasi energi secara terus menerus, bisa puluhan hingga ratusan tahun.
Selanjutnya semakin lama, penahanan ini kemudian akan mencapai juga pada titik jenuh yang mengakibatkan pada akhirnya energi yang tersimpan akan dilepas.
Saat energi terlepas itulah kemudian terjadi getaran yang sangat kuat, yang biasanya sering disebut gempa bumi megathrust
Baca Juga: Inilah Doa Awal Tahun 2023 yang Bisa Diamalkan Umat Muslim, Lengkap dengan Terjemahannya!
Lalu apabila pelepasan energi gempa megathrust tersebut sangat besar hingga menyebabkan pergeseran pada bidang megathrust serta perpindahan kolom air laut, secara otomatis gelombang air laut akan menjadi sangat besar dan mencapai dataran.
Peristiwa gelombang laut besar yang menyapu daratan tersebut biasanya disebut dengan tsunami.
Begitulah penjelasan juga gambaran bagaimana gempa megathrust tersebut bisa terjadi.
Tidak ada satu penelitian pun yang bisa mengungkapkan kapan dan dimana pastinya gempa megathrust tersebut akan terjadi.
Sejauh ini penelitian yang dilakukan oleh para ahli hanya sebatas prediksi berdasarkan perkembangan ilmu dan juga teknologi penelitian.
Baik masyarakat dan pemerintah bisa tetap waspada dan juga menyiapkan mitigasi terbaik untuk antisipasi gempa megathrust yang bisa terjadi sewaktu-waktu
Namun masyarakat dihimbau untuk tidak panik apalagi termakan hoax mengenai ancaman gempa megathrust tersebut.
Sehingga masyarakat dihimbau untuk mencari informasi mengenai gempa megathrust melalui informasi yang valid dan resmi.***