AYOJAKARTA.COM - Akibat cuaca ekstrem curah hujan meningkat beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini terancam terendam banjir karena luapan sungai yang membludak.
Sebelumnya diketahui banjir hanya terjadi di tiga desa di Kabupaten Kudus, namun hingga saat ini kondisi banjir pun meluas ke 17 desa di empat kecamatan.
Menurut keterangan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Munaji mengungkap bahwa keempat kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Jati, Undaan, Mejobo dan Kaliwungu.
Baca Juga: Jakarta Terancam Cuaca Buruk hingga Badai dan Banjir, Air Laut Malah Hilang di Daerah Ini
"Keempat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Jati, Undaan, Mejobo, dan Kaliwungu," kata Munaji seperti dikutip Ayojakarta.com dari laman republika.co.id berjudul "Wilayah Terdampak Banjir di Kudus Meluas Hingga 17 Desa", pada Minggu (01/01/2022).
Munaji pun menjelaskan dampak banjir pada Kecamatan Jati tersebut telah menyebar ke Desa Jati Wetan, Desa Jati Kapuan, Desa Tanjung Karang dan Desa Jati Kulon.
Diketahui akibat banjir yang meluap tersebut tidak hanya berdampak pada pemukiman warga namun juga area persawahan seluas 140 hektar.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022: Deretan Banjir Besar yang Terjadi di Indonesia Selama Tahun Ini, Daerah Mana Saja?
Lebih lanjut, informasi terkait banjir tersebut telah menggenangi pemukiman warga setinggi 20-70 centimeter (cm)
Sementara hingga kini dampak banjir di Kecamatan Undaan juga telah menggenangi empat desa lainnya, yakni Desa Ngemplak, Desa Karangrowo, Desa Wates, dan Desa Undaan Lor.
Sedangkan kondisi di Kecamatan Mejobo tercatat terdapat enam desa yang terdampak banjir yakni Desa Kirig, Desa Payaman, Desa Gulang, Desa Temulus, Desa Kesambi, Desa Golantepus.
Baca Juga: BRIN Sebut Potensi Banjir hingga Badai Dahsyat Terjadi Hari Ini, BMKG: Jangan Panik, Tetap Waspada!
Air sungai juga diketahui meluap di Kecamatan Kaliwungu sehingga tiga desa pun terdampak genangan banjir, diantaranya ada Desa Setrokalangan, Pasuruhan Lor, dan Mijen.
Oleh karenanya banjur tersebutlah 175 orang harus mengungsi di tiga tempat pengungungsian.
Lokasi pengungsian sendiri ada di Balai Desa Jati Wetan dengan 161 orang didalamnya dan di Gereja Tanjung Karang terdapat 2 orang, dan Desa Payaman terdapat 12 orang.
Di sisi lain, selama kegiatan pengungsian itu berlangsung kebutuhan pokok makan dan minumnya telah disediakan setiap harinya oleh dapur umum.***