AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan berencana Brigadir J sampai hari ini masih terus berjalan di persidangan.
Para terdakwa pun kini tengah menjalani proses peradilan atas perbuatan yang mereka lakukan.
Namun ada hal yang tidak dapat disembuhkan yaitu luka hati dari ibunda Brigadir Yosua.
Baca Juga: Meriah! Ada Al-Nahyan hingga Tukang Parkir Minta Dua Ribu di Poster Tahun Baru 2023 Jokowi
Dalam sebuah tayangan video yang diunggah pada akun YouTube MetroTv (31/12/2022) Rosti Simanjuntak yang merupakan Ibunda dari Brigadir J membagikan kesedihannya lewat cerita.
Rosti Simanjuntak menceritakan bahwa sang putra tercinta datang dan meminta tolong kepadanya.
Dalam keadaan menangis Yosua Hutabarat datang sambil menarik tangannya dan menunjukkan lubang di tubuhnya.
“Begitu kepedihan dari sini aku juga akan curhat tiga hari sebelum momen Natal anakku datang kepadaku menangis histeris di dalam mimpiku. Dia datang menarik tangan mamanya, menunjukkan semua lubang di dalam tubuhnya, di kepalanya dengan berteriak dia mama tolong,” ucap Rosti Simanjuntak.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Hari Ini Minggu 1 Januari 2023
Rosti Simanjuntak mengaku bahwa ia sebenarnya tidak ingin menghadiri acara yang diadakan di Metro Tv tersebut.
Namun sang suami membujuknya agar turut serta bersamanya.
Rosti Simanjuntak kembali menceritakan mimpinya bertemu dengan sang putra yang membuat hatinya semakin hancur.
Almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat mendatanginya dan menceritakan bahwa ia dihujani peluru dengan mata terbuka.
“Cerita tadi sana saya tiga hari sebelum Natal itu dia datang berulang kali ke mimpi saya ini. Ma tolong saya, dihujanin saya dengan peluru dengan mata terbuka mama, apa salahku mama, apa mama,” ungkap Rosti Simanjuntak dengan tangisan pilu.
Baca Juga: Amalan Doa Awal Tahun Baru 2023, Agar Diberi Kemudahan dan Keberkahan Serta Dilindungi Allah SWT
Dalam mimpinya tersebut Rosti Simanjuntak mengaku tak berdaya menolong sang putra tersebut.
Ia pun mengatakan hanya bisa pasrah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Jadi saya berdoa di rumah Tuhan karena cuma Tuhan pengharapanku. Saya nggak bisa berbuat apa-apa anakku, saya nggak bisa dekat denganmu biarlah Tuhan yang menolongmu, biarlah Tuhan yang bersama mu nak, biarlah Rohmu tenang bersama Tuhan nak, agar Natal ini bisa mengobati luka yang sangat dalam.” ujarnya.***