News

Jadi Polemik! Ini Alasan Gus Samsudin Mendapat Gelar dari Keraton Solo

Oleh: Admin Kamis 29 Des 2022, 17:44 WIB
Keraton Solo Bantah Berikan Gelar Raden Tumenggung Pada Gus Samsudin

AYOJAKARTA.COM - Setelah sempat menghebohkan jagat maya tentang kebenaran dari praktik paranormalnya yang dibongkar Pesulap Merah, Gus Samsudin baru-baru ini kembali menjadi bahan pembicaraan warganet karena gelar yang ia dapatkan.

Pimpinan Padepokan Nur Dzat Sejati, Blitar, itu dianugerahi gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) oleh Keraton Solo pada November 2022.

Pemberian gelar tersebut sempat dipertanyakan kebenarannya oleh warganet. Pasalnya, pihak Keraton Solo sendiri membantah adanya penganugerahan gelar tersebut.

Baca Juga: Raffi Ahmad Rekrut Asisten Baru, Nagita Slavina Diminta Waspada oleh Netizen!

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat, menyatakan bahwa pemberian gelar tersebut tidak sah karena dilakukan di luar acara resmi keraton (@lambe_turah).

Kendati ada pernyataan di atas, simpang siur dari kabar tersebut masih terjadi karena Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang sering disapa Gusti Moeng, menyatakan bahwa pemberian gelar KRT kepada Gus Samsudin sudah melalui perundingan dengan dewan kehormatan.


"Itu merupakan usulan dari Paguyupan Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) cabang Malang. Gelar itu diberikan pada bulan November 2022 kemarin," ungkap Gusti Moeng dilansir ayojakarta.com dari suarasurakarta.id, Kamis (29/12/2022). 

Baca Juga: The Power of Emak-emak! Pegawai Karen's Diner Kena Marah Hingga Cium Tangan Pelanggan

Menurut Gusti Moeng, Gus Samsudin layak mendapatkan gelar KRT karena dianggap berpengaruh di lingkungannya. Hal tersebut tampaknya dilihat dari sang paranormal yang memiliki padepokan dan membuka praktik penyembuhan untuk warga sekitar.

Mengutip dari situs resmi Pemkot Bekasi (bekasikota.go.id), gelar KRT merupakan gelar kehormatan untuk tokoh atau pemimpin yang bagi keraton dianggap bisa berkarya dan melestarikan budaya serta menjaga keberagaman.

Reporter Admin
Editor Scolastika Novena M. P. K.